KOPERASI SEJAHTERA BERSAMA DILAPORKAN KE MABES OLEH PARA KORBAN YANG FRUSTASI SIMPANANNYA TIDAK BISA CAIR SAAT JATUH TEMPO

  • Bagikan

Wartasidik.co — Jakarta

Sejumlah korban Koperasi Sejahtera Bersama berjumlah 32 orang melaporkan Direksi KSP SB ke Mabes POLRI dengan dugaan penipuan, penggelapan dan Tindak Pidana Pencucian uang, pasal 378, 372 KUHP dan pasal 3,4,5 Tindak Pidana pencucian uang dengan ancaman pidana maksimal 20 tahun penjara. LQ Indonesia Lawfirm, 14 Oktober 2021.

Laporan Polisi dengan Nomor STTL/400/X/2021/BARESKRIM tanggal 13 Oktober 2021 dengan Pelapor Advokat Rizki Indra Permana, SH, MH dari LQ Indonesia Lawfirm diterima SPKT Mabes POLRI setelah melewati proses rekomendasi. Terlapor adalah Vini Noviani dan Iwan Setiawan direksi dan pengurus Koperasi Sejahtera Bersama.

“KSP SB diduga melakukan penipuan, penggelapan dan pencucian uang dikarenakan uang simpanan berjangka yang jatuh tempo tidak dapat ditarik oleh nasabahnya. Koperasi itu bentuknya simoan pinjam, kan jika benar dana para anggota koperasi dipinjamkan ke anggota lainnya, tidak mungkin semuanya tidak bisa ditarik. Dalam kondisi krisispun bank-bank di Indonesia tingkat Non Performing Loan atau kredit macet paling 5%. Dengan tidak dapat ditariknya dana nasabah besar dugaan kami bahwa dana tidak disalurkan dalam pinjaman ke anggota Koperasi melainkan disalahgunakan dan dicuci menjadi aset-aset oleh pengurus KSP SB. Biar nanti penyidik Mabes POLRI membuktikan hipotesa kami.”

banner 120x600
  • Bagikan