Keluarga Korban Dian Karis Dengan Tegas, Menuntut Propam Polri Hasil Pemeriksaan Langgar Etik Profesi Polri

banner 120x600

Wartasidik.co – Lampung

Penyidik Bidang Propam Kepolisian Daerah Lampung memeriksa saksi korban Dian Karis dan saksi terkait lainnya atas perkara dugaan tidak profesional, proporsional dan prosedural penyidik polri dalam menangani perkara laporan Polisi Nomor LP / B / 273 / VIII / 2019 / Polda Lampung / RES Lambar / Sektor Sumber Jaya, tanggal 06 Agustus 2019 silam.

Pelapor Dian Karis Bin Karlim (korban). Terlapor Beni Yansah Putra Bin Bahnan (Pelaku). Laporan tindak pidana Penganiayaan disertai pengeroyokan itu sesuai laporan Polisi Nomor Pol LP/273/K/VIII/2019/Polda Lampung/Res Lambar/Sek Sumber Jaya tanggal 06 Agustus 2019.

Dikutip dari Sigerindo.com. Pemeriksa AIPDA Adani Apriyadi.SH, Nrp 77040719. Jabatan PS Pamin II Subbidwabprof Bidpropam Polda Lampung, Rabu (01 September 2021).

III Baca Juga :

PRAKTISI HUKUM MINTA KEJARI CIKARANG SEGERA TANGKAP, OKNUM KAPUSKES DAN DIRUT RSUD PEMBERI SUAP RATUSAN JUTA RUPIAH

Konsorsium 303 Mencuat Di tengah Kasus Ferdi Sambo, JARI’98 : Saatnya Dilokalisasi dan Dilegalkan

Adapun Penyidik yang menangani perkara penganiayaan disertai pengeroyokan sebagaimana laporan Polisi Nomor Pol LP / 273/K/VIII/2019/ Polda Lpg/ Res Lambar / Sek Sumber Jaya. IPDA Hendry Riantory. Jabatan Panit Sabhara Polsek Parda Suka Polres Pringsewu (mantan Panitreskrim Polsek Sb Jaya, Briptu Eko Yulianto, lalu Briptu Suprayogi dan Briptu Rama Manggara Pamungkas. Tempat Kejadian Perkara (TKP) Desa Tugu Mulya, Kecamatan Kebun Tebu, Kabupaten Lampung Barat, Selasa 06 Agustus 2019.

Seusai kejadian korban melapor di Polsek Sumber Jaya, 06 Agustus 2019 Kompol Arjon Syahferi. SH selaku Kapolsek kala itu memerintahkan anak buahnya untuk menangkap pelaku lainnya.

Indah Maylan. SH dari YLBH Karib Jelata saat mendampingi korban di BAP ulang pada hari Jum’at tanggal 27 Agustus 2019 sudah meminta kepada Kapolsek untuk merubah pasal 351 KUHP menjadi pasal 170 KUHP dikarenakan berdasarkan keterangan saksi korban dan saksi lainnya bahwa pelaku berjumlah 4 orang, hanya 1 yang dijadikan tersangka yaitu Beni Yansa Putra Bin Suhanan.

Hal yang sama, Dicky Irawan. SH sebelum tersangka Beni Yansa Putra Bin Suhanan dijatuhi divonis hakim di PN Liwa Desember 2019 juga sudah meminta hal yang sama, namun hal yang diminta seolah sengaja dibiarkan hal ini diduga karena ada atensi dari Bupati Lampung Barat dikarenakan salah satu dari ketiga terduga pelaku yang tidak dijadikan tersangka adalah anak dari juru masak yang berkerja di Rumah Dinas Bupati Lampung Barat

“Selaku Kuasa Hukum yang mendambahkan keadilan sangat mengapresiasi terhadap Karowassidik Bareskrim Polri dan Jajaran yang telah berkenan untuk memperhatikan dan memerintahkan anggotanya untuk sesegera mungkin menuntaskan laporan yang disampaikan sesuai aturan yang berlaku”, sebut Dicky Irawan dalam keterangan tertulis diterima media ini. (Risman H)

google-site-verification: googlec75ebfe9ccca2f62.html