Polri  

Sindikat Pengoplos Gas Subsidi Dibongkar Ditreskrimsus Polda Metro Jaya

banner 120x600

Wartasidik.co — Jakarta

Kasus pengoplosan tabung gas LPG 3 kg ke tabung 12 kg masih terjadi di Tangerang. Baru-baru ini, sindikat ini dibongkar Ditreskrimsus Polda Metro Jaya.Pihak kepolisian menyampaikan sebanyak 16 pelaku pengoplosan elpiji ditangkap dari berbagai tempat.

Adapun pengungkapan kasus ini diawali dari sembilan laporan yang diterima Polda Metro Jaya dengan rentang waktu Juli-Agustus 2022.

“Total tersangka 16 orang terdiri dari penyuntik, karyawan hingga pemilik gas oplosan tersebut,” kata Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Pol Endra Zulpan kepada wartawan dikutip pada Sabtu, 3 September 2022.

III Baca Juga :

Keluarga Korban Dian Karis Dengan Tegas, Menuntut Propam Polri Hasil Pemeriksaan Langgar Etik Profesi Polri

Kemendagri Harapkan Dukungan Pemda Turunkan Angka Kematian Ibu dan Bayi

Ke-16 tersangka itu antara lain berinisial ISW, PR, ZA, AS, TAJ, STA, IZR, PRT, ADT, APD, KHR, AA, JL, JL, DD, dan HL. Sindikat pengoplos elpiji ini beraksi di Kota Tangerang, Kota Tangerang Selatan, Jakarta Pusat, Jakarta Barat, Jakarta Utara, Kota Bekasi, dan Kabupaten Bekasi.

Dari tangan para pelaku, polisi menyita barang bukti seperti 127 tabung gas berisi 12 kg, 140 tabung gas 12 kg kosong, 776 tabung gas isi 3 kg, 752 tabung gas kosong 3 kg, 29 selang regulator, 36 alat suntik atau pipa besi, 3 bust alat timbang, 1 gunting, 1 obeng, 2 sarung, 46 kantong plastik segel tabung gas LPG, 2 bungkus seal karet, dan 7 mobil pikap.

Atas perbuatannya para tersangka dijerat dengan Pasal 40 angka 9 UU 1 Tahun 2020 tentang Cipta Kerja atas perubahan Pasal 55 UU Nomor 22 Tahun 2021 tentang Minyak Gas dan Bumi atau Pasal 62 ayat (1) jo Pasal 8 ayat (1) huruf b dan c UU Nomor 8 Tahun 1999 tentang Perlindungan Konsumen atau Pasal 32 ayat (2) UU Nomor 2 Tahun 1981 tentang Metrologi Legal.

google-site-verification: googlec75ebfe9ccca2f62.html