“Modus Dipinjam, Motor Majikan Dilarikan dan Dijual Bekas Anak Buah. “

banner 120x600

Wartasidik.co — Tangerang

Seorang pengusaha siomay, Asep Irawan, merasa geram atas ulah bekas anak buahnya. Minggu 11/9/2022.

Niat baiknya menolong, namun ternyata disalahgunakan oleh Atang alias Achil, pelaku yang membawa kabur motor Asep.

“Saya tidak menyangka bahwa anak buah sendiri tega membawa kabur motor kemudian dijual di kampung halamannya di Subang, Jawa Barat,” tuturnya kepada wartawan Sabtu 10 September 2022.

III Baca Juga :

Alvin Lim, SH, MSc, CFP, CLA Angkat Bicara SATPAS SIM Polres Magetan Dugaan Maraknya Pungli

Bupati Tanjab Barat di Dampingi Ketua TP PKK Ikut Senam Sehat Peringati HAORNAS ke 39 Tahun 2022

Kasus ini berhasil dibongkar berkat keterangan yang diperoleh melalui nomor phonsel pelaku, lalu ditindaklanjuti dengan melacak keberadaannya yang sudah diketahui berada daerah Desa Tambak Jati, Subang. Dari informasi inilah Asep kemudian bergegas meluncur ke daerah tersebut.

Sesampainya di lokasi yang dituju, pengusaha siomay dan rekannya itu segera melakukan kordinasi dengan Ujang, Kadus Desa Tambak Jati.
Atas arahan dari Ujang, Asep melakukan pengintaian di beberapa tempat yang diduga biasa disambangi oleh pelaku saat ia berada kampung. Namun malam itu pelaku tidak ditemukan.

Keesokan harinya diperoleh informasi
bahwa tersangka memiliki kawan yang bersamanya. Dari hasil keterangan yang diperoleh Arya (kawan pelaku), bahwa pelaku sudah menjual unit motornya dan saat ini pelaku sedang beristirahat di salah kos-kosan.
Akhirnya Asep ditemani Ujang Kades Tambak Sari Subang melakukan penggerebekan.

“Pelaku apat kita tangkap tanpa perlawanan, lalu kemudian kami bawa untuk mendatangi ke tempat Atang menjualnya. Satu unit sepeda motor yang sudah dibawa kabur dan dijual seharga Rp3.100.000.

Setelah dijelaskan oleh Ujang, bahwa motor tersebut adalah hasil curian, dengan menunjukkan STNK nya yang asli maka si pembeli mempersilahkan Asep Irawan mengambilnya kembali.

Namun setelah bermusyawarah antara Asep, pelaku dan Ujang dengan disaksikan oleh salah warga, hasil diputuskan bahwa para tersangka tidak akan dibawa ke ranah hukum, mengingat para tersangka berusia masih muda.

Asep selaku korban dalam hal ini hanya menginginkan agar unit motor bisa kembali, tanpa proses hukum.

“Artinya masalah ini kita selesaikan secara kekeluargaan saja, mengingat tersangka adalah mantan anak buah saya juga. Dan saya pun memaafkan meskipun para tersangka sudah merugikan,” kata Asep.

Ia pun mengatakan jika ingin kembali lagi bekerja ditempatnya ia masih bisa menerima para pelaku asal tidak lagi mengulangi perbuatanya yang melanggar hukum.

google-site-verification: googlec75ebfe9ccca2f62.html