Tindak Pidana Kades yang Ditangkap Mengalahkan Budaya Malu

banner 120x600

Diori Parulian Ambarita

Wartasidik.co — Kabupaten Bekasi

Berita kepala desa (Kades) tersandung hukum karena pungutan liar (pungli) atau korupsi di Kabupaten Bekasi terus mewarnai media, baik itu media cetak, elektronik dan media cyber.

Kejaksaan dan aparat hukum lainnya membuka tindakan yang merugikan masyarakat dan negara tersebut satu-persatu. Buktinya sejumlah kepala desa (Kades) kena tangkap belakangan ini.

III Baca Juga :

Dedi Supandi Instruksikan Seluruh SMA, SMK, SLB Negeri se-Jabar Hentikan Rapat Komite

Wamendagri Sampaikan Kunci Penting Pengendalian Inflasi di Daerah

Kepala Desa Lambangsari, Kecamatan Tambun Selatan, Pipit Heryanti dan Kepala Desa Cibuntu, Kecamatan Cibitung, Abdul Rohim berdasarkan bukti permulaan yang cukup.

Kejaksaan Negeri (Kejari) Kabupaten Bekasi menemukan adanya dugaan tindak pidana pungutan liar dalam Pendaftaran Tanah Sistematis Lengkap (PTSL) terhadap masyarakat.

Tersangka Pipit Heryanti dan Abdul Rohim selaku kepala desa diduga telah menguntungkan diri sendiri, atau orang lain atau atau suatu korporasi, menyalahgunakan kewenangan, kesempatan atau sarana yang ada padanya, karena jabatan atau kedudukan yang dapat merugikan keuangan masyarakat dan negara atau perekonomian.

Dari kasus ini, tertera dugaan tindakan pidana yang dilakukan untuk mencari keuntungan pribadi dengan cara yang salah.

Apakah ini bentuk keserakahan, meraup keuntungan dengan melupakan sumpah jabatan untuk selalu berbuat baik, tak perlu dipertanyakan, dan kenapa ini dilakukan, juga mubazir disampaikan.

Tetap yang paling diharapkan di Kabupaten Bekasi, keinginan melakukan tindakan pidana jangan sampai mengalahkan budaya malu.

Penulis: Pimpinan Redaksi Media Online ambaritanews.com juga sebagai Wakil Ketua Ikatan Wartawan Online (IWO) Indonesia DPD Kota Bekasi

google-site-verification: googlec75ebfe9ccca2f62.html