Birrul Walidain,Tiket Termurah Masuk Surga

banner 120x600

Wartasidik.co — Tanjabbar

Ada satu amalan yang sangat dianjurkan bahkan diwajibkan dalam Islam, jika kita laksanakan amalan itu akan dijamin masuk ke ‘Jannah’ atau surganya Allah SWT.

Amalan itu tidak lain adalah “birrul walidain”- berbakti kepada kedua orang tua.

Itulah tiket termurah yg harus dipersiapkan oleh setiap insan yang ingin masuk ke surga. Dengan tiket itulah,Allah SWT akan Ridha kepada kita. “Ridha Allah tergantung kepada keridhaan orang tua dan murka Allah tergantung kepada kemurkaan orang tua” ( HR.Al-Bukhari,Ibnu Hibban,Tarmidzi dan Hakim).

Birrul waalidain ini adalah amalan yang tidak sekedar memenuhi norma kesopanan dan tata krama terhadap orang tua, tapi merupakan kewajiban yang diperintahkan langsung oleh Allah SWT dan Rasul-Nya.

Allah SWT berfirman:

وَاعْبُدُوا اللَّهَ وَلَا تُشْرِكُوا بِهِ شَيْئًا وَبِالْوَالِدَيْنِ إِحْسَانًا

“Sembahlah Allah dan janganlah kamu mempersekutukan-Nya dengan sesuatu pun. Dan berbuat baiklah kepada kedua orang tua” (QS. An Nisa: 36).

Ketika Rasul saw ditanya oleh Abdullah bin Mas’ud r.a terkait amal yang paling disukai Allah, salah satunya adalah ‘birrul walidain’

أيُّ العَمَلِ أحَبُّ إلى اللَّهِ؟ قالَ: الصَّلاةُ علَى وقْتِها، قالَ: ثُمَّ أيٌّ؟ قالَ: ثُمَّ برُّ الوالِدَيْنِ قالَ: ثُمَّ أيٌّ؟ قالَ: الجِهادُ في سَبيلِ اللَّهِ قالَ: حدَّثَني بهِنَّ، ولَوِ اسْتَزَدْتُهُ لَزادَنِي

“Amal apa yang paling dicintai Allah ‘Azza Wa Jalla?”. Nabi bersabda: “Shalat pada waktunya”. Ibnu Mas’ud bertanya lagi: “Lalu apa lagi?”.Nabi menjawab: “Lalu birrul walidain”. Ibnu Mas’ud bertanya lagi: “Lalu apa lagi?”. Nabi menjawab: “Jihad fi sabilillah”. Demikian yang beliau katakan, andai aku bertanya lagi, nampaknya beliau akan menambahkan lagi (HR.Al-Bukhari dan Muslim).

Betapa Islam sangat memperhatikan hak-hak kedua orang tua. Rasulullah Saw pun pernah bersabda :” “Celaka ! Celaka ! Celaka ! Ditanyakan : “Siapa ya Rasulullah orang yang celaka itu ?” Rasul saw menjawab :” Seseorang yg hidup bersama dengan kedua orang tuanya atau salah satunya yg sudah lanjut-usia, tapi dia tidak bisa masuk surga” (HR.Muslim).

‘Mafhum mukhalafahnya’ bahwa jika kita benar-benar berbakti kepada ibu-bapak kita, dijamin masuk surga. Jadi tidaklah memerlukan biaya yang banyak dan tidak harus merantau ke luar negeri.Cukup di rumah saja mendampingi dan melayani orang tua kita yang sudah lanjut usia.

Setiap saat kita berbakti kepada kedua orang tua kita. Dalam Islam tidak perlu ada hari khusus untuk memuliakan ibu atau bapak.Semua hari, dua puluh empat jam adalah waktu untuk birrul walidain,tidak hanya setiap tanggal 22 Desember yg dikhususkan untuk hari ibu, setelah selesai hari ibu, selesailah kita memuliakan ibu.

Begitu atensinya Islam terhadap birrul walidain,
dalam riwayat lain disebutkan, berbakti kepada orang tua harus didahulukan dari pada berbuat baik kepada istri,sebagaimana diriwayatkan oleh Abdullah bin Umar r.a.ketika diperintahkan oleh bapaknya (Umar bin Khathab) untuk menceraikan istrinya, ia bertanya kepada Rasul Saw,dan Rasul menjawab,”Ceraikan istrimu”(HR Abu Daud,Tirmidzi,Hadits Hasan Shahin).

Begitu besar jasa orang tua kita,sehingga apapun yg kita lakukan untuk berbakti kepadanya tidak akan dapat membalas jasa keduanya.

Dalam hadits riwayat imam Bukhari disebutkan bahwa ketika sahabat Abdullah bin Umar r.a melihat seorang menggendong ibunya untuk tawaf di Ka’bah dan kemana saja “Si Ibu” menginginkan,orang tersebut bertanya,”Wahai Abdullah bin Umar,dengan perbuatanku ini apakah aku sudah membalas jasa ibuku ? Jawab Abdullah bin Umar,”Belum, setetespun engkau belum dapat membalas kebaikan kedua orang tuamu”(Shahih,Aladabul Mufrad no.9).

Ketika orang tua kita masih muda dulu,kitalah anak-anak yang sangat memerlukan pelayanan orang tua.Tapi setelah beliau ‘udzur’ sudah tua renta, sudah tidak produktif lagi, maka kitalah sebagai anak wajib untuk melayani dan memenuhi kebutuhan orang tua.

Jangan sampai kita termasuk orang yang durhaka terhadap kedua orang tua kita.

Satu ironi,seorang anak yang melaporkan orang tuanya ke polisi agar orang tuanya menerima ganjaran di penjara,padahal hanya masalah sepele yang tidak ada artinya jika dibandingkan dengan jasa orang tua.Coba kita bayangkan selama sembilan bulan ibu kita mengandung kita, bekerja, berjalan dan tidur pun terasa sesak karena perutnya buncit mengandung kita waktu masih janin. Ayah kita bekerja banting tulang berkeringat tanpa mengenal lelah yang hasilnya untuk memberikan nafkah keluarga,istri dan anak.

Kalau ada seorang anak yang durhaka, wajar Rasul Saw menyatakan ‘celaka’ sampai berulang tiga kali. Ini menunjukkan bahwa hak orang tua bagi anak sangatlah besar, tidak bisa dihitung secara materi.

Dosa-dosa yang Allah SWT segerakan adzabnya di dunia diantaranya adalah berbuat zalim dan durhaka kepada kedua orang tua.Dengan demikian jika seorang anak berbuat baik kepada kedua orang tuanya,Allah SWT akan menghindarkannya dari berbagai malapetaka.

Diriwayatkan dari Anas bin Malik, bahwa ada seorang lelaki yang mengadu kepada Rasul saw, katanya “ya Rasul sungguh aku ingin ikut berjihad tapi saya tidak mampu ?”, Rasul bertanya ” Masih adakah orang tua?” “Ibu” ya Rasul,jawabnya.Maka Rasul bersabda :”Bertaqwalah kepada Allah dan dengan berbakti kepada ibumu”. ” Jika kalian berbuat demikian, niscaya pahalanya sama seperti orang yg ber-haji, ber-umroh dan berjihad”,sabdanya.(HR.Aththobarany).

Maa syaaAllah, begitu besar nilai dan pahala berbakti kepada orang tua.

Dari hadits ini bisa diambil pelajaran bahwa berjihad yang menjadi sarana untuk tegaknya ‘dienul Islam’ saja bisa ditinggalkan karena ada aktivitas yang lebih mulia disisi Allah yaitu birrul-walidain, berbakti kepada ibu-bapak.

Tak heran jika dihadits lain Rasul Saw menyatakan ” bahwa seorang hamba yg malas berdoa untuk kedua orang tuanya, maka sungguh terputuslah rezekinya”(HR.Addailamiy). Ini menunjukkan bahwa birrul waalidain merupakan salah satu kunci terbukanya rezeki. Kalau inggin lancar rezekinya, perbanyaklah berdoa dan beristighfar memohonkan ampunan kepada Allah untuk kedua orang tua kita, baik yang masih hidup maupun yang sudah di alam barzah.”Robbighfirli waliwalidayya warhamhuma kama robbayani shaghiraa”- “Tuhanku,ampunilah dosaku, dosa kedua orang tuaku dan kasihanilah mereka seperti ketika mereka memeliharaku waktu kecil”

Sekali lagi,yuk kita berbakti kepada kedua orang tua kita baik yang masih hidup maupun yang sudah meninggal.Insya Allah bisa menjadi tiket yang termurah masuk ke surganya Allah SWT.Aamiin.

Wallahu almusta’an.
Penulis :Abd.Mukti.

google-site-verification: googlec75ebfe9ccca2f62.html