Kejari OKU Selatan Terkesan Grogi di Datangi Wartawan. Ala Preman di Tunjukkan Oknum Jaksa Kepada 3 Wartawan

banner 120x600

Wartasidik.co – OKU Selatan

Kedatangan 3 Awak Media ke Kantor Kejaksaan Negeri (Kejari) Kabupaten OKU Selatan. Timbul kesan kurang bersahabat dari instansi vertical tersebut terhadap 3 Insan Pers yang bertugas di Kabupaten OKU Selatan, Kamis (15/9)

Kedatangan tiga orang Jurnalis diketahui ingin bersilaturahmi, sekaligus berkenalan dengan Kepala Seksi (Kasi) Pidana Khusus (Pidsus) tersebut malah disambut dengan sikap arogansi oleh Oknum Jaksa muda yang ada di kantor tersebut.

“Kejadian ini tentu saja menimbulkan kesan negatif para awak media terhadap Kejaksaan Negeri (Kejari) Kabupaten OKU Selatan, sehingga tercorengnya jalinan bermitra yang telah terjalin selama ini”, rilis Hambal di Harian OKU Selatan (HOS), Kamis (15/9).

III Baca Juga :

Rakercab DPC PDIP Se Tangerang Raya : Siap Menangkan Pemilu 2024

Bupati dan Wakil Bupati Hadiri Pembukaan Secara Langsung Rapat Ekspose Persiapan Tuan Rumah MTQ ke-50 Tingkat Kabupaten

“Perilaku kurang menyenangkan itu sendiri bukan berasal dari Kasi Pidsus dan Kasi Intel Kejaksaan Negeri OKU Selatan yang ingin ditemui oleh awak media, melainkan datang dari salah satu Oknum Jaksa Muda yang ada dikantor tersebut”, terangnya

Padahal Kasi Pidsus dan Kasi Intel Kejaksaan Negeri OKU Selatan malah menyambut baik dan berbincang hangat dengan ketiga jurnalis, yakni Hamdal Hadi (Harian OKU Selatan), Rendi Kurniawan (Sumatera Ekspres), dan Joko Fideral (Sinergi NKRI).

Diketahui, Peristiwa kurang menyenangkan yang dialami ketiga Jurnalis ini terjadi ketika saat hendak masuk ke ruangan Kasi Pidsus Kejaksaan OKU Selatan. Ketiga jurnalis tersebut, yang sebelumnya sudah didata oleh petugas PTSP Kejaksaan OKU Selatan dengan menunjukan identitas, baik KTP dan Kartu Pers, didalam kembali dihadang oleh salah satu Jaksa di ruangan Kasi Pidsus Kejaksaan OKU Selatan inisial BOB.

Bahkan, para awak media tersebut juga telah menitipkan Tas dan Handphone milik mereka lantaran harus mengikuti Standar Operasi (SOP) Kejaksaan.

Namun anehnya, Oknum Jaksa tersebut malah kembali menanyakan identitas tiga jurnalis, sembari menujukan sikap arogansi. “Biso kito jingok kartu persnyo?. Aku dak butuh KTP, aku butuh kartu Pers,” celetuknya bak preman

Akhirnya satu persatu Jurnalis yang datang pun kembali menujukan masing masing identitas. Namun, sikap arogansi Oknum Jaksa tersebut masih berlanjut dan terus ditujukannya.

“Kamu kenal dak samo aku, kalo memang sudah sering ke sini. Kalo sudah sering kesini ngapo dak kenal?. Aku sudah lamo disini, sudah sembilan bulan,” ungkapnya BOB ditirukan Hamdal Hadi pada rilisnya.

“Di Pidus ini bukan hanya Wawan (Mantan Kasi Pidsus Kejaksaan OKU Selatan sebelumya), tapi banyak Jaksa-Jaksa lain,” ujarnya.

Mendengar ucapan tersebut, sontak secara serentak ketiga Jurnalis tersebut menjawab jika selama ini pihak Jurnalis selalu berkordinasi dengan Kasi Pidsus OKU Selatan, namun via WhatApp. Karena dibidang hukum Pidana Khusus, salah satu jabatan atasan di Kejaksaan OKU Selatan adalah Kasi Pidsus.

Mendengar hal tersebut dan setelah sedikit melakukan perbincangan, akhirnya tiga Jurnalis tersebut diperbolehkan masuk ke ruangan Kasi Pidsus Kejaksaan OKU Selatan.

“Kami bertemu dengan Kasi Pidsus dan Kasi Intel Kejaksaan Negeri OKU Selatan. Kedua Kasi itu menyambut baik, dan kami berbincang sekaligus mengungkapkan perkenalan. Namun, momen arogansi salah satu Oknum Jaksa sebelumnya tadi, masih menyisakan image negatif dari arogansi salah satu Oknum Jaksa tersebut,” ungkap salah satu Jurnalis.

Tak hanya itu, pihaknya selaku awak Media yang telah bertahun-tahun bertugas di wilayah Kabupaten OKU Selatan dan bermitra dengan Kejari OKU Selatan sangat tidak nyaman atas sikap arogansi Oknum Jaksa tersebut.

“Baru pertama kali ini kami diperlakukan seperti ini di Kejaksaan Negeri OKU Selatan. Selama ini hubungan kami terjalin baik,” ucapnya.

Sementara itu, General Manager (GM) Harian OKU Selatan, Didi Indawan, ST, sangat menyayangkan atas sikap arogansi Oknum Jaksa muda tersebut.

“Selayaknya sebagai mitra harus saling menghargai, toh tujuan kesitu baik, bukan selaku tersangka, hanya silaturahmi biasa dari mitra untuk berbagi informasi, dan saling mendukung,” ucapnya.

Seharusnya, ungkap Didi Indawan, selaku penegak hukum harus lebih transparansi mengenai informasi, menjalin silaturahmi. “Kami berharap hal ini tidak terjadi dengan kawan media lainnya,” harapnya. (Risman H)

google-site-verification: googlec75ebfe9ccca2f62.html