Oknum Baur SIM Polres Magetan Membuat Fitnah Dan Skenario Busuk Mengadu Domba Serta Kangkangi UU PERS

banner 120x600

Wartasidik.co — Jakarta 

Dengan ramainya berita beberapa waktu lalu yang Warta Sidik beritakan berujung menjadi Fitrah dan adu domba sesama media diwiilayah Jawa timur khususnya Magetan.

Berawal adanya temuan dilapangan yang diduga SATPAS SIM Polres Magetan pungli. Sebelum berita naik ke permukaan dari Tim Warta Sidik sudah meminta kesediaan waktu dari Kasat Lantas tapi merasa tidak di orang kan akhirnya melaporkan temuannya ke Pemred Warta Sidik.

Panjang kali lebar Tim melaporkan terkait temuan di Satpas SIM Polres Magetan dan bukti srensoot percakapannya dengan Kasat tidak direspon.

III Baca Juga :

Kejari OKU Selatan Terkesan Grogi di Datangi Wartawan. Ala Preman di Tunjukkan Oknum Jaksa Kepada 3 Wartawan

Tindak Pidana Kades yang Ditangkap Mengalahkan Budaya Malu

Setelah menerima laporan dan bukt – bukti dari tim didaerah, Pemred Warta Sidik pun mencoba untuk konfirmasi dengan Kasat Lantas tapi hal yang sama tidak diterima atau direspon oleh Kasat.

Karena merasa tidak di orangin akhirnya berita naik tetapi setelah berita naik yang ada dari pihak Satlantas Polres Magetan menghubungi salah satu wartawan untuk ketemuan membicarakan berita agar dihapus dan menawarkan uang serta pengurusan SIM akan dibantu “Gratis”.

Tetapi malah menjadi memutar balikkan Fakta dan terkesan Fitnah serta mengadu domba sesama media. Mengatakan Wartawan Warta Sidik meras dikarenakan tidak memenuhi apa yang diminta dari Warta Sidik akhirnya berita naik kembali bahkan ramai dari beberapa media.

Dalam Hal ini Pemred Warta Sidik angkat bicara… Terkait apa yang sudah diberitakan serta apa yang dikatakan Kasat Lantas itu tidak benar adanya. Saya sudah tanyakan pada Wartawan saya disana mereka tidak ada bahkan tidak merasa minta uang seperti yang dituduhkan Oknum Baur SIM Aiptu Nursanto S.H kepala Bagian Urusan SIM sat lantas polres magetan.

Ini malah seperti di skenario oleh oknum Nur, akhirnya wartawan saya dikirim surat pemanggilan dengan pasal percobaan pemerasan seperti apa yang Kasat Reskrim katakan saat dikonfirmasi via WhatsApp, Perlu di inggatkan, Penyidik kepolisian tidak boleh melakukan proses Berita Acara Pemeriksaan (BAP) terhadap wartawan terkait karya jurnalistik yang dihasilkan.

Hal tersebut sesuai dengan Memorandum Of Understanding (MOU) antara Kepala Kepolisian Republik Indonesia Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo dan Dewan Pers terkait penanganan masalah sengketa pers.

Karya jurnalistik beserta dengan narasumber berita, adalah bagian tak terpisahkan. Karena itulah, keduanya tak bisa dikriminalisasi. Baik berita karya jurnalistik dan narasumbernya pun tak boleh dikriminalisasi,” tegas Wakil Ketua Dewan Pers, Hendry Ch Bangun pada Forum Group Discussion (FGD) Survei Indeks Kemerdekaan Pers Tahun 2019 beberapa waktu lalu di Sahid Batam Center Hotel & Convention, Kamis (5/ 9/2019).

Kembali terjadinya awal skenario oknum Nur dimulai pada hari Minggu jam 9 pagi Kurnia di hubungi Paur SIM Polres Magetan untuk ketemuan di mie lawu barat polres Magetan dan saya temui jam 9.30 bersama istri. yang pada intinya tentang berita buruk itu, dikira Kurnia yang buat, kami tidak tau apa2 mengelak.

Saya disuruh hapus berita dan oknum Nur menawarkan uang kira kira berapa, kalau berita di hapus nanti ditransfer langsung, karena ditanya terus berapa… dan berapa… Akhirnya saya sekedar menggambarkan WA 1,5 jt. Tapi sebelumnya saya tak telf pempred dulu mau tidaknya, saya bilang begitu….Terus saya telf pak Tommy. dan jawabannya tidak mau disogok..

Hampir 3 jam disana.. Dan tidak terjadi transaksi sama sekali, jadi tidak menerima uang sepeserpun karena pak Tommy tidak mau hapus beritanya. Karena tidak ada kesepakatan berita untuk dihapus oleh Pemred, mereka pulang dan saya dengan istri pun pulang.

Tiba tiba besok pagi saya dihubungi temen temen wartawan katanya sudah terima uang perdamaian. Sontak saya kaget lalu saya hubungi pak Nur kenapa jadi seperti ini pak, terkesan mengadu domba sesama media. 

Berarti dalam hal ini pelaku utama terjadi isu meras adalah oknum Baur SIM Aiptu Nursanto S.H kepala Bagian Urusan SIM sat lantas polres magetan malah membuat skenario terkesan Wartawan meras pada media disana.

Saya berharap Paminal dan Propam tegas dalam menjalankan tugas dan menjunjung Profesional nya sebagai Polisi nya Polisi yang menegakkan keadilan hukum dari para Oknum yang sudah mencoreng citra Polri.

Sekedar mengingatkan agar MOU antara Kapolri dan Dewan Pers dalam penanganan sengketa pers harus disosialisasikan dan dipahami oleh pihak terkait, terutama penyidik kepolisian agar memiliki pemahaman yang sama terhadap fungsi dan peran wartawan dalam menjalankan tugasnya.

“Tidak ada proses BAP, termasuk menanyakan nama, alamat serta informasi pribadi, dipanggil datang, tetapi sebatasnya menyerahkan karya jurnalistik yang ditulis. Jika dipanggil di pengadilan sebagai saksi juga dapat menolaknya, saksi tidak dapat dipanggil paksa oleh Pengadilan,” kata Tommy.

google-site-verification: googlec75ebfe9ccca2f62.html