Berita dugaan pungli satpas SIM polres Magetan semakin “Memanas”, Supri Joyo Ketua SWI DPD Magetan Bersama Baur SIM Jebak Wartawan berakibat dilaporkannya dugaan pasal pemerasan

banner 120x600

Wartasidik.co — Magetan

Belum lekat dalam ingatan para pejabat dan wartawan di Magetan dan sekitarnya terkait dugaan penggelapan uang oleh ketua DPD SWI (Sekber Wartawan Indonesia) Magetan dari hasil mengumpulkan uang ke instansi- instansi di Wilayah Magetan sekitarnya, kini pengurus berulah lagi dan tidak main-main bahkan dua pengurus inisial LL dan KA yang nota Bene membidangi Hukum dalam kepengurusan SWI DPD Magetan namun diduga tidak memiliki latar belakang Ilmu Hukum dan kini terjerat masalah hukum.

Seperti diketahui berita dugaan pungli di satpas Polres Magetan ramai menjadi pemberitaan namun sangat disayangkan beberapa oknum wartawan tanpa mengkonfirmasi kepihak-pihak terkait berita tersebut namun justru terkesan menjadi adu domba diantara sesama Wartawan dan warga masyarakat dengan wartawan.

“Seharusnya wartawan yang mau mengimbangi berita kami sebaiknya konfirmasi kepihak redaksi bukan malah menyudutkan kami dan kami angkat berita tersebut tentunya kami sudah mencari data terlebih dahulu bukan asal tayang,” ungkap inisial A yang menjadi sumber pemberitaan tersebut.

III Baca Juga :

Preseden buruk kebebasan Pers, Kriminalisasi kepada Wartawan terkait berita yang sudah tayang

Oknum Kaur Kesra Desa Sungai Dungun Terindikasi Pungutan Liar ( Pungli ) BLT BBM

Dibagian lain juga sangat disayangkan terkait statement Kasat Lantas Polres Magetan AKP. T. Situmorang yang justru menuduh wartawan meminta sejumlah uang dan tanpa klarifikasi kepihak redaksi warta sidik.

“Seorang Kasat seharusnya menyampaikan kepihak Redaksi bukan malah membuat berita “tandingan” dimedia lain yang tidak tahu duduk persoalannya, karena itu sama saja mengadu domba sesama Wartawan,” ungkap TM salah satu pengurus di redaksi warta sidik dilampirkan linknya dibawah. pada Jumat(16/9/22).

http://beritaplus.id/baca-1844-di-isukan-sarat-pungli-kasat-lantas-magetan-angkat-bicara

Ada Hak Jawab sesuai UU Pers nomor 40 tahun 1999, diantaranya pasal 5 dan pasal 15 butir D dan ada Hak Koreksi kalo dianggap berita kami keliru dan kalau seperti yang ditulis dalam berita dimedia lain, itu sama saja membuat kondisi tambah “Gaduh” bukan mencari penyelesaian,” tegasnya.

Kembali kesoal Keberadaan Sekber Wartawan Indonesia (SWI) DPD Magetan, wadah SWI di Magetan diduga juga diisi orang-orang yang tidak kompeten di bidang jurnalistik setelah saya turunkan Tim Investigasi kelapangan.

Wartawan tidak bisa menulis berita??? Setelah ditelusuri dari tim investigasi inisial SA, IA atau biasa disapa T dan YD belum pernah melihat hasil karyanya dengan tulisannya namun T ini selalu “tampil didepan” setiap ketemu dengan para pejabat mulai dari Dandim, Kapolres, Kajari Bupati dan Pejabat lainnya namun hanya bermodalkan seragam kebesaran dan ID Card tanpa pernah melihat hasil tulisannya menulis berita,” ungkap salah seorang wartawan yang kurang berkenan namanya ditulis saat ditemui tim.

Terkait hal ini media ini mencoba mengkonfirmasi ke Wakil Ketua Dewan Pers periode 2022-2025, Agung Dharmajaya via ponselnya.

“Setiap anggota wartawan maupun yang ikut diwadah manapun harus terikat dengan kode Etik Jurnalistik,”, ungkapnya pada Sabtu(17/9/22).

Jangan melakukan permintaan atau sesuatu atau disebutkan tadi (meminta- minta uang ke instansi-red) dengan membawa wadah karena itu ranahnya pidana dan kalau ada pihak yang dirugikan silahkan menempuh jalur hukum,” tegasnya.

Terkait oknum-oknum wartawan yang diduga tidak bisa menulis berita juga mendapat tanggapan. “Seharusnya wartawan harus bisa menulis berita karena berita itu perlu konfirmasi dan klarifikasi sehingga berimbang dan meskipun mendapatkan berita dari hasil release harus konfirmasi,” tegasnya.

Untuk diketahui bahwa seorang Wartawan setidaknya memiliki 10 syarat yakni ; Punya kemampuan Menulis berita, jago melakukan investigasi, melek teknologi, memahami kode etik jurnalistik, wawasan luas, peka dengan lingkungan, independen, selalu Kritis terampil berkomunikasi atau berbicara.

Saat berita dugaan pungli di satpas masih viral disaat yang sama justru pengurus SWI DPD Magetan membuat statement yang membuat situasi semakin tidak kondusif. “Kami sudah cek yang nulis berita itu bukan anggota SWI dan kalo bukan wartawan “Sikat”Libas”, umpat salah seorang pengurus SWI DPD Magetan dihadapan Kapolres, Kasat Lantas dan Kasat Reskrim.

Pengurus SWI DPD Magetan terlapor dugaan Pemerasan dan rencana pemerasan. Belun lama bersemangat mengancam wartawan lain dengan kalimat “sikat” dan “Libas”, ternyata pengurus SWI DPD Magetan inisial LL dan KA justru dilaporkan NS Baur SIM Polres Magetan diduga melakukan Pemerasan dan atau percobaan pemerasan sesuai pasal 368 Jo 53 KUHP dengan ancaman pidana 9 tahun.

Hal ini disampaikan oleh Kapolres Magetan M.Ridwan melalui Kasat Reskrim, AKP. Rudi Hidajanto melalui pesan chat pada beberapa hari lalu “Terlapor atas nama LL dan KA sangkaan pasal pasal 368 Jo 53 percobaan pemerasan,” ungkapnya.

Merasa di “jebak” Ketika dikonfirmasi LL dan KA merasa dijebak sehingga menjadi Terlapor dugaan pemerasan dan atau percobaan pemerasan tersebut.

“Kami disuruh sama Mas Supri Joyo untuk nemuin Pak NS disuatu tempat dan kami pergi menemui pak NS ternyata mas Supri Joyo (ketua SWI DPD Magetan-red) tidak ada katanya ada acara dan kami diminta menghapus beritanya (dugaan pungli-red) dan saya komunikasi dengan pak TM Pimred Warta Sidik kalo sudah dihapus beritanya nanti saya transfer uangnya tapi pak TM bilang gak butuh duit.

Saya sudah punya duit banyak (TM-pimred Warta sidik-red), kata pak TM akhirnya saya tidak jadi transfer karena berita tidak mau dihapus,” ungkap LL yang di iyakan KA via ponselnya.

RW yang merupakan pembina SWI DPD Magetan terkait namanya dicatut dalam pemberitaan salah satu media online sangat disayangkannya karena tidak merasa menuduh oknum wartawan yang menulis berita viral tersebut “kebal hukum” atau meminta uang kepihak Satpas SIM Polres Magetan.

Media ini masih mengikuti perkembangan kasus ini karena pada Senin (19/9/22) ada pemeriksaan kepada LL, KA dan A. Media ini masih akan mengkonfirmasi ke pengurus SWI Pusat maupun Polda Jatim lewat Kabid Humas Polda Jatim… Bersambung…

google-site-verification: googlec75ebfe9ccca2f62.html