Proyek Jalan Babatan Saudagar OPI-Srijabo Rp96 M Diduga Dikorupsi, IKMS akan Laporkan Temuannya ke KPK

banner 120x600

Wartasidik.co — Sumsel

Ketua Umum Ikatan Keluarga Mahasiswa Sumatera Selatan, Amirul Mukminin menyoroti kondisi jalan Babatan Saudagar (Simpang OPI) yang menghubungkan Desa Sungai Lebung-Sejangko sampai Simpang Srijabo, Ogan Ilir, Sumsel yang rusak bergelombang, retak-retak dan berkelupas.

Menurut Amir, sebenarnya proyek peningkatan jalan tersebut menghabiskan anggaran Rp 96 miliar dari APBD Sumsel namun kualitasnya buruk.

III Baca Juga :

MAYORITAS MASYARAKAT DUKUNG ALVIN LIM KRITIK KERAS POLRI

Wartawan Dilaporkan Polisi, Gunakan Hak Tolak Sesuai UU Pers

Diketahui, proyek peningkatan jalan itu dianggarkan pada APBD 2019 senilai Rp 54,6 miliar, APBD-P 2019 Rp 21,4 miliar dan dilanjutkan APBD 2020 Rp 19,5 miliar dari Provinsi Sumatera Selatan.

Amir meyakini, dengan anggaran yang sangat besar itu namun kondisinya sudah rusak, hal ini diduga dikerjakan asal-asalan dan tidak sesuai spek RAB, berarti ada indikasi kuat telah terjadi penyelewengan.

“Kalau kondisinya sudah seperti ini, proyek ini hanya jadi bancakan. Indikasinya kuat yang mengarah pada perampokan uang rakyat,” ujarnya.

Karena itu, Amir mengatakan dalam waktu dekat akan melaporkan dugaan korupsi pada proyek tersebut ke KPK.

“Ini tidak bisa dibiarkan, uang rakyat tidak boleh dikorupsi. Kami akan laporkan ke KPK,” ungkapnya.

Amir juga memastikan akan mengawal laporan tersebut sampai tuntas dengan melakukan aksi unjuk rasa.

“Setelah itu kami akan kawal, kami demo KPK sampai diungkap dan pelakunya harus dijebloskan ke penjara,” ancamya.

Lebih lanjut, Amir menduga bahwa bukan hanya pengerjaannya yang bermasalah namun proses lelang juga diduga telah terjadi pengaturan pemenang tender. Karena, menurut Amir, pemenangnya ditengerai merupakan keluarga dan timses dari pejabat Sumsel berinisial MY.

“Proyek ini kental dengan KKN, sejak lelang tender sudah diduga ada permainan. Pemenangnya semua kelurga pejabat penting di Sumsel. Jadi hanya formalitas saja yang mana sebenarnya pemenang tender sudah ditentukan dari awal,” ucapnya.

“Harus diungkap. Kami mau KPK selamatkan Sumsel dari rongrongan para koruptor,” tutup Amir.

Sebelumnya diberitakan, TEMUAN: Proyek jalan Babatan Saudagar OPI-Srijabo Rp96 M sudah rusak terkelupas, diduga punya kerabat MY.

Kondisi jalan Babatan Saudagar (Simpang OPI) yang menghubungkan Desa Sungai Lebung-Sejangko sampai Simpang Srijabo, Ogan Ilir, Sumsel terlihat sudah rusak berlobang.

Proyek peningkatan jalan yang menelan anggaran senilai Rp54,6 Miliar (APBD 2019), Rp21,4 Miliar (APBD-P 2019) dan dilanjutkan Rp19,5 Miliar (APBD 2020) dari provinsi Sumsel itu, kini kondisinya bergelombang, retak-retak dan terkelupas.

Pantauan di lapangan, proyek peningkatan badan jalan yang dikerjakan kontaktor PT. Asdeska Berlian Utama (APBD 2019), PT. Putra Atama Hadi (APBD-P 2019) dan PT. Lebong Karang Sakti (APBD 2020) tersebut tampak buruk sekali kualitasnya.

Terkesan dikerjakan asal-asalan dan tak sesuai spek RAB, padahal proyek tersebut telah menelan anggaran yang tidak sedikit nilainya.

Penelusuran Tribunepos, ketiga proyek itu diduga milik kerabat pejabat provinsi di Sumsel (MY), berinisial FR (adik MY), DN (ponakan MY-anak FR) dan HD (ipar FR).

Menurut sumber, perusahaan pemenang tersebut ada milik sendiri ada juga hanya dipakai benderanya saja alias pinjam perusahaan (kuasa direktur).

“Perusahaan itu ada yang dipinjam, pemenangnya ya itu kerabat MY tadi,” ucap sumber yang minta namanya disembunyikan.

Dia menguraikan, banyak proyek di Sumsel ditengarai dibagi-bagikan ke keluarga, kolega dan timses.

Baik yang bersumber langsung dari anggaran APBD Provinsi Sumsel maupun anggaran bantuan gubernur (Bangub) di APBD Kabupaten Ogan Ilir, dan anggaran khusus APBD Ogan Ilir.

“Yang kerja dapat proyek di Sumsel ini rata-rata keluarga, kerabat, kolega maupun timses MY. Setiap tahun anggaran (APBD 2019, APBD 2020, APBD 2021 dan APBD 2022), mereka (keluarga, kerabat, kolega timses) ini lah yang dapat bagian jatah puluhan proyek tiap-tiap orangnya, dan nilainya pun kalau ditotalkan sangat pantastis sampai ratusan miliar rupiah perorangannya,” ujar sumber.

Ia menyebut, sedari awal mulai di tahap lelang, proyek-proyek tersebut sudah diatur rapi (rekayasa tender) bakal dimenangkan oleh perusahaan keluarga, kerabat, kolega dan timses ini.

“Saya pegang bukti-buktinya siapa-siapa saja dari mereka yang dapat proyek, baik pakai perusahaan atau meminjam perusahaan orang lain seakan perusahaan orang lain yang menang, padahal itu dipinjam pakai dengan sistem kuasa direktur. Yang punya perusahaan hanya dibayar fee jasa pinjam perusahaannya saja,” katanya.

Dia membeberkan, siapa saja keluarga, kerabat, kolega dan timses wakil gubernur yang dimaksudnya.

“Ada nama inisial FK (adik MY), DN (anak FK/ponakan MY), HD (ipar FK), IH (ponakan MY), lalu ada AM (kolega timses MY),”

“Kemudian di tingkat LPSE provinsi Sumsel dipasang orang yang juga masih keluarga berinisial RB. Melalui RB ini lah rekayasa, pengkondisian perusahaan keluarga dan kolega mereka dimenangkan dalam tender,”

“Sedangkan di Kabupaten Ogan Ilir sendiri, ada inisial EK (PPTK) di salah satu dinas basah, juga masih keluarga mereka yang mengatur teknis pemenangannya,” tambahnya.

“Kalau sudah begini apa namanya? Inilah hal yang nyata namanya korupsi, kolusi dan nepotisme di keluarga pejabat pemerintahan,” pungkasnya.

Di lain hal, masyarakat pengguna jalan roda dua maupun roda empat yang melintas di jalan tersebut diminta harus berhati-hati karena kondisinya rusak parah.

Tampak jalan bergelombang dan berlubang, sehingga pengguna jalan kalau tidak hati-hati bisa mengakibatkan terjadinya kecelakaan. Apalagi kalau dimalam hari.

google-site-verification: googlec75ebfe9ccca2f62.html