Berita  

Usut Tuntas Kebiadaban Oknum Pejabat Karawang kepada Wartawan

banner 120x600

Wakil Ketua Ikatan Wartawan Online (IWO) Indonesia DPD Kota Bekasi, Diori Parulian Ambarita

Wartasidik.co — Kabupaten Karawang

Kapolres Kabupaten Karawang, AKBP Aldi Subartono menjanjikan keseriusan Polisi dalam mengungkap kasus yang dialami Pimpinan Redaksi (Pimred) AlexaNews.Id, Gusti Gumilar atau biasa disapa Junot.

Dia mengatakan, sebagaimana kita ketahui tadi malam korban sudah membuat laporan polisi ke Polres Karawang, langsung kami memerintahkan Kasat Reskrim untuk membentuk tim dan melakukan langkah-langkah sesuai dengan hukum yang berlaku.

III Baca Juga :

DAKWAAN HENRY SURYA TUMPUL, TIDAK SESUAI JANJI KEADILAN JAKSA AGUNG

Proyek Jalan Babatan Saudagar OPI-Srijabo Rp96 M Diduga Dikorupsi, IKMS akan Laporkan Temuannya ke KPK

Kapolres Karawang, AKBP Aldi Subartono

“intinya kami akan mendalami kasus ini sehingga nanti siapapun yang bersalah dan terbukti, tentunya kami akan proses,” tegas Aldi.

Kapolres Karawang ini menyatakan, yang elas kami sudah menekan-kan kepada Kasat Reskrim agar kasus yang dialami wartawan untuk diatensi dan kita akan usut secara tuntas.

“Kan selama ini tahu, Polres Karawang on the track, siapapun yang terlibat kita akan proses,” imbuhnya.

Sebelumnya, video viral wartawan yang mengalami penyiksaaan, intimidasi serta pengancaman beredar di group-group WhatsApp, Selasa (20/9/2022).

Pimpinan Redaksi (Pimred) AlexaNews.Id, Gusti Gumilar [foto: tvberita]

Korban atas nama Gusti Gumilar sebagai Pimpinan Redaksi (Pimred) AlexaNews.Id atau www.alexanews.id menceritakan secara gamblang apa yang dialaminya.Ia dipaksa untuk meminum air kencing dan alat kelamin-nya ditendang serta dipukul oleh 4-5 orang yang berada di dalam ruangan tertutup.

“Sampai-sampai diancam, bila buat laporan polisi, anak loe akan jadi anak yatim,” beber Junot dihadapan rekan-rekan wartawan seusai membuat laporan polisi.

Pimred AlexaNews.Id menganggap kejadian yang dialaminya terkait pemberitaan yang ditulisnya mengkritisi Pemerintahan Kabupaten Karawang.

Atas kejadian ini, Junot membuat laporan polisi dengan tujuan proses hukum. “Kalau begini terus teman-teman media apakah mau dihina, diintimidasi dan mulut kita, tangan kita ditahan mengkritisi pemerintahan,” tandasnya.

Terpisah, Wakil Ketua Ikatan Wartawan Online (IWO) Indonesia DPD Kota Bekasi, Diori Parulian Ambarita menegaskan, dua Jurnalis atau Wartawan yang mengalami perlakuan tidak manusiawi oleh oknum pejabat Pemerintahan Kabupaten Karawang mengundang perhatian amat serius.

Menurutnya, mental oknum pejabat Pemerintahan Kabupaten Karawang menjadi sebuah kondisi tanpa mengenal batas, dengan menggunakan kekuatan fisik layaknya preman.

“Pemerintah dalam hal ini Polres Karawang wajib memberikan perlindungan maksimum tanpa pengecualian kepada dua Jurnalis atau Wartawan korban dari kebiadaban oknum pejabat tersebut,” kata Ambar sapaan akrab Wakil Ketua Ikatan Wartawan Online (IWO) Indonesia DPD Kota Bekasi, Selasa (20/9/2022).

Dia menambahkan, ikhwal yang berhubungan dengan Jurnalis atau Wartawan dalam keadaan apapun dilindungi UU No.40 Tahun 1999 Tentang Pers.

Secara yuridis, harkat dan martabat Jurnalis atau Wartawan telah diusik-usik dengan sewenang-wenang yang dilakukan oknum pejabat Pemerintahan Kabupaten Karawang.

Sudah jelas dalam kasus yang dialami dua Jurnalis atau Wartawan di Kabupaten Karawang ini, aparat kepolisian Karawang harus mengusut sampai tuntas. Penegakan hukum tegak lurus, agar tercapainya tujuan utama dari hukum di Indonesia sendiri, yaitu keadilan bagi masyarakat,” pungkasnya.

google-site-verification: googlec75ebfe9ccca2f62.html