Digerbek di Dalam Kamar Hotel, Oknum PNS OKU Selatan di Tetapkan Tersangka Zinah

banner 120x600

Wartasidik.co – OKU Selatan

Dalam hukum pidana hanya dikenal delik zina tidak dikenal dalam KUHP perselingkuhan. Menurut R. Soesilo, zinah adalah Persetubuhan yang dilakukan oleh laki-laki atau perempuan yang telah bersuami dengan wanita atau laki-laki yang bukan istri atau suaminya.

Zinah merupakan perbuatan pidana dan diatur dalam Pasal 284 KUHP dengan hukuman maksimal 9 bulan penjara.

III Baca Juga :

MASYARAKAT DUKUNG PERJUANGAN ALVIN LIM VOKAL TERHADAP OKNUM KEJAKSAAN MELALUI KOMENTAR DI MEDIA

Pangdam XII/Tpr Sambut Kedatangan Wakil Presiden di Kalbar

Ada sejumlah aspek hukum mengenai zinah yang dilakukan seorang yang berstatus Pegawai Negeri Sipil (PNS), selain hukuman pidana yang termuat dalam KUHP, pelaku juga akan dikenai sanksi hukum disiplin berat.

Alasannya, perzinahan dapat dikategorikan sebagai pelanggaran terhadap Peraturan Pemerintah Nomor 53 Tahun 2010 tentang Disiplin Pegawai Negeri Sipil, dimana pada Pasal 3 angka 6 mengatur, bahwa setiap PNS wajib menjunjung tinggi kehormatan Negara, Pemerintah, dan martabat PNS.

Terhadap pelanggaran tersebut, berdasarkan Pasal 7 angka 4, maka pelaku akan diberikan sanksi berat yaitu:
a. Penurunan pangkat setingkat lebih rendah selama 3 tahun;
b. Pemindahan dalam rangka penurunan jabatan setingkat lebih rendah;
c. Pembebasan dari jabatan;
d. Pemberhentian dengan hormat tidak atas permintaan sendiri sebagai PNS; dan
e. Pemberhentian tidak dengan hormat sebagai PNS.
Dengan demikian jika tersangka adalah seorang PNS, selain melapor kepada polisi, Pasangan yang sah dapat melapor kepada atasan pelaku di instansi pemerintah dimana dia bekerja.

Diberitakan sebelumnya, pria berstatus Pegawai Negeri Sipil berdinas di Inspektorat Kabupaten OKU Selatan dan wanita berstatus Pegawai Negeri Sipil berdinas di UPT Dinas Kehutanan Provinsi Sumsel di Muaradua di Gerbek suami sah pasangan wanita di dalam kamar hotel bersama polisi. Mereka di giring ke kantor polisi untuk dimintai keterangan berdasarkan laporan suaminya, sebagaimana Laporan Polisi. LP/B.136/VII/2022/SPKT/Polres Banyuasin/Polda Sumsel, tanggal 22 Juli 2022.

Kepala Kepolisian Resor Banyuasin, Polda Sumsel melalui Kasatreskrim Polres Banyuasin, AKP Hary Dinar, S.IK, SH, MH dalam keterangan tertulis di terima Wartasidik.co menyebutkan, bahwa proses penyidikan terhadap perkara yang dilaporkan Sdra Yoyo Sudarmono, penyidik telah melakukan langkah-langkah, diantaranya telah melakukan pemberkasan terhadap tersangka MR Bin MN dan NS Binti Hz dengan nomor berkas perkara BP/91/VIII/2022/Reskrim, tanggal 31 Agustus 2022 serta telah di kirimkan ke Kejaksaan Negeri Banyuasin.

Hal senada diungkapkan Kuasa Hukum Yoyo Sudarmono, Yusmarwati, SH, MH, pelimpahan berkas perkara dari penyidikan perkara tersebut ke Kejari Banyuasin sudah, kita belum katehui Jaksa Penuntut Umum yang ditunjuk, jadwal sidang belum ada konfirmasi, “Kalau ada perkembangan lebih lanjut nanti dikabari”, timpalnya via pesan WhatsApp, Kamis (22/9).

Kasus zinah adalah delik aduan (klacht delik). Artinya hanya pasangan resmi dari pelaku perzinahan yang berhak melaporkan tindak pidana perzinahan. Polisi tidak berhak menangkap pelaku perzinahan tanpa laporan dari pasangan resmi pelaku perzinahan.

Sementara itu, informasi terakhir dari sumber terpercaya dilingkup Inspektorat Kabupaten OKU Selatan menyebutkan, sejak kasus ini berproses di Polres Banyuasin yang bersangkutan (MR) sudah di non-aktifkan dari jabatannya sebagai Inspektor Pembantu (Irban) III Inspektorat Kabupaten OKU Selatan, “Kabarnya penahanannya di Polres Banyuasin Polda Sumsel ditangguhkan, tapi jarang terlihat ngantor”, ujar Sumber di Inspektorat Kabupaten OKU Selatan, Selasa (20/9). (Risman H)

google-site-verification: googlec75ebfe9ccca2f62.html