Dua OPD di Lingkungan Pemda OKU Selatan Dalam Bidikan Kejari OKU Selatan

banner 120x600

Wartasidik.co – OKU Selatan

Usai resmi menahan Firman selaku kepala bidang (Kabid) Tanaman Pangan di Dinas Pertanian dan menetapkan mantan Kepala Dinas Pertanian OKU Selatan AS yang saat ini menjabat sebagai Kepala Badan Ketahanan Pangan Kabupaten OKU Selatan sebagai tersangka.

Kejaksaan Negeri OKU Selatan kembali memberikan sinyal akan adanya dugaan kasus tindak pidana korupsi di dua Organisasi Perangkat Daerah (OPD) di lingkungan Pemerintah Daerah Ogan Komering Ulu (OKU) Selatan, Provinsi Sumsel Selatan.

III Baca Juga :

DIKEROYOK JAKSA SELURUH INDONESIA, TAK GENTAR, ALVIN LIM TANTANG DEBAT JAKSA AGUNG : BUKTIKAN KEJAGUNG BUKAN SARANG MAFIA!

Aksi Solidaritas IWO Indonesia DPD Kota Bekasi atas penganiayaan wartawan oleh oknum ASN di Karawang

Kepala Kejaksaan Negeri OKU Selatan, Dr Adi Purnama.,SH.,MH, dalam keterangan persnya yang didampingi Kasi Intelijen, Kasi BB, Kasi Pidum, Kasi Pidsus, mengatakan, Tim penyidik seksi tindak pidana khusus Kejaksaan Negeri OKU Selatan sedang melakukan penyelidikan terhadap dua OPD di lingkungan Pemda OKU Selatan. Senin (26/09/2022).

“Kedua OPD tersebut yakni, Dinas Lingkungan Hidup dan Dinas PU-PR Kabupaten OKU Selatan”, jelasnya

Dikatakan Kajari, untuk Dinas Lingkungan Hidup (DLH), tim penyidik seksi tindak pidana khusus Kejaksaan Negeri OKU Selatan sedang melakukan penyelidikan terhadap anggaran Bahan Bakar Minyak (BBM) kendaraan dinas pengangkut sampah.

“Anggaran BBM di Dinas Lingkungan Hidup yang saat ini dalam tahap pengembangan penyelidikan yakni anggaran tahun 2020-2021”, tegasnya

Lebih lanjut Kajari mengatakan, pihaknya juga tengah melakukan pengembangan penyelidikan di Dinas PU-PR terkait Peningkatan Kualitas Jalan Jalur Internasional Sriwijaya Ranau Gran Fondo (jalan kota batu air panas-haniarong) Tahun Anggaran 2020 dengan nilai anggaran Rp 10 milyar rupiah.

“Kedua laporan tersebut saat ini masih dalam penyelidikan, jika nanti ditemukan dugaan tindakan pidana korupsi, maka akan dinaikkan menjadi penyidikan”, ungkapnya

Dikatakannya juga, surat perintah untuk melakukan penyidikan terhadap dua instansi tersebut dikeluarkan hari ini.

“Terkait waktu penyidikan oleh tim penyidik seksi tindak pidana khusus Kejaksaan Negeri OKU Selatan tentunya memiliki waktu yang sudah ditentukan sesuai dengan SOP yang berlaku”, pungkasnya.

Sementara itu, informasi terakhir diterima Wartasidik.co, menyebutkan, proyek Peningkatan Kualitas Jalan Jalur Internasional Sriwijaya Ranau Gran Fondo (kota batu air panas-haniarong) PT Karya Utama Bangun Nusa beralamat di jalan Lettu Karim Kadir Palembang tersebut bersinggungan dengan pengusaha pemenang tender proyek jalan Sadau Jaya, Kecamatan Sungai Are tembus Provinsi Bengkulu berinisial A. Berdasarkan hasil pantauan hari ini A hadir di Kejaksaan Negeri Muaradua OKU Selatan pasca konprenpers Kejari Muaradua hari ini Senin (26/9).

google-site-verification: googlec75ebfe9ccca2f62.html