Ratusan Kartu KIP Dibakar Oleh Oknum Pegawai BRI Muaradua, Ada Apa?

banner 120x600

Wartasidik.co — OKU Selatan

Kartu Indonesia Pintar (KIP) merupakan salah satu program pemerintah yang diterapkan dalam bidang pendidikan. Program ini dibuat untuk meningkatkan akses bagi anak usia 6 hingga 21 tahun untuk mendapatkan layanan pendidikan hingga menyelesaikan satuan pendidikan menengah. Program Ini tidak lain untuk mendukung pelaksanaan rintisan wajib belajar 9 tahun.

Selain itu, program KIP juga bertujuan untuk meringankan biaya personal pendidikan, mencegah kemungkinan peserta didik putus sekolah akibat kesulitan ekonomi, menarik siswa putus sekolah agar kembali mendapatkan pendidikan di sekolah atau lembaga pendidikan non-formal lainnya. Dengan begitu, hak pendidikan untuk setiap anak di Indonesia bisa terjamin dengan baik.

III Baca Juga :

IWO Indonesia Apresiasi Kerja Polres Karawang dan Akan Pertanyakan Status ASN Tersangka

Biadab. Diduga Gara-gara Tak Diberi Uang Beli Rokok Anak Bunuh Ibu Kandung di Lampung Utara

Meskipun begitu, tidak semua pelajar bisa mendapatkan fasilitas KIP dari pemerintah. Dalam hal ini, terdapat beberapa hal yang menjadi prioritas untuk penerima KIP. Umumnya, yang menjadi prioritas penerima Program Indonesia Pintar (PIP) adalah peserta didik dari keluarga yang tidak mampu, yatim piatu, hingga peserta didik yang terkena dampak bencana alam.

Namun sangat disayangkan, beberapa bulan lalu oknum pegawai Bank Rakyat Indonesia (BRI) cabang Muaradua OKU Selatan, berinisial W, jusru diduga membakar dan membuang kartu unggulan presiden jokowi ketempat sampah.

Menurut keterangan narasumber, lansir Beritainformasinasional.com, hal tersebut dilakukan atas perintah atasanya. Saat awak media ingin melakukan konfirmasi agar bisa mendapatkan keterangan lebih lanjut agar berita kami bisa berimbang dan akurat. kami mencoba mendatangi kantor BRI Muaradua OKU Selatan, dan menghubungi oknum pegawai bank tersebut melalui WhatsApp”, terangnya

Namun sangat disayangkan tidak mendapat respon dari oknum yang diduga pelaku pembakar kartu KIP. Kami mencoba menghubungi atas nya melalui WhatsApp, namun beliau tidak masuk kerja, dan kami mencoba komunikasi melalui WhatsApp untuk pertanyakan mengenai kartu KIP namun hasil nya pun nihil, kami tidak mendapatkan respon. Dan kami pun mencoba mendatangi kediaman W, namun, sayang setelah sampai dirumah W, dia tidak keluar dari rumahnya, hanya istrinya yang keluar sembari mengatakan “Ini sudah malam, bukan jam kerja, jika ada urusan kantor, besok pagi saja kekantor ya pak”, ucapnya

Sampai berita ini kami terbitkan kami selaku awak media tidak tau apa motif yang diduga dengan sengaja oknum pegawai Bank Rakyat Indonesia (BRI) membakar dan membuang kartu indonesia pintar ketempat sampah. Dan mengapa kartu KIP tersebut tidak berada ditangan penerima manfaat bantuan kartu KIP. Padahal banyak sekali anak wajib sekolah yang berharap agar mereka bisa mendapatkan KIP agar bisa meringankan biaya sekolah.
Seperti diketahui masa berlaku yang tertera di kartu KIP tersebut tertera 07/17 sampai 07/22.

Kami semua awak media berharap agar Aparat Penegak Hukum dapat segera mendalami hal tersebut.

google-site-verification: googlec75ebfe9ccca2f62.html