Hukum  

DPD LSM GMPK OKU SELATAN KAWAL KEJARI LIDIK 2 OPD OKU SELATAN

banner 120x600

Wartasidik.co – OKU Selatan

Kepala Kejaksaan Negeri (Kajari) Muaradua Kabupaten OKU Selatan, Dr Adi Purnama.,SH.,MH, didampingi Kasi Intel, Kasi Pidum, Kasi Datun, Kasi BB dan Kasi Pidsus dalam keterangan persnya mengatakan, “Tim penyidik seksi tindak pidana khusus Kejaksaan Negeri OKU Selatan saat ini sedang melakukan penyelidikan di dua OPD di lingkungan Pemda OKU Selatan. Senin (26/09/2022) lalu

“Kedua OPD tersebut yakni, Dinas Lingkungan Hidup dan Dinas PU-PR Kabupaten OKU Selatan”, jelasnya.

III Baca Juga :

PW IPNU Jambi Desak Polres Tanjabbar Serius Tangani Kasus Pengeroyokan Ketua PC IPNU

Proyek Pengadaan Mesin Parkir Kota Bandung 2017 Telan 80 Miliar Dilaporkan ke KPK

“Untuk Dinas Lingkungan Hidup (DLH), tim jaksa penyidik seksi tindak pidana khusus (Pidsus) Kejaksaan Negeri OKU Selatan sedang melakukan penyelidikan terhadap anggaran Bahan Bakar Minyak (BBM) kendaraan dinas pengangkut sampah”, terangnya.

“Anggaran BBM di Dinas Lingkungan Hidup yang saat ini dalam tahap pengembangan penyelidikan, yakni anggaran tahun 2020-2021”, tegasnya.

Selain Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Adi Purnama SH MH, mengatakan, bahwa pihaknya juga tengah melakukan pengembangan penyelidikan di Dinas PU-PR terkait Peningkatan Kualitas Jalan Jalur Internasional Sriwijaya Ranau Gran Fondo Tahun Anggaran 2020 dengan nilai anggaran Rp 10 milyar rupiah.

“Kedua laporan tersebut saat ini masih dalam penyelidikan, jika nanti ditemukan dugaan tindakan pidana korupsi, maka akan dinaikkan menjadi penyidikan”, ungkapnya

Dijelaskannya, surat perintah untuk melakukan penyelidikan terhadap dua instansi tersebut dikeluarkan bertepatan dengan penahanan tersangka Firman selaku kepala bidang di Dinas Pertanian dan penetapan sebagai tersangka Kadis Ketahanan Pangan Kabupaten OKU Selatan, Senin (26/9) lalu.

“Terkait waktu penyelidikan oleh tim jaksa penyidik seksi tindak pidana khusus Kejaksaan Negeri OKU Selatan, dikatakannya memiliki waktu yang sudah ditentukan sesuai dengan SOP yang berlaku”, pungkasnya.

Sementara itu, Ketua LSM Gerakan Masyarakat Perangi Korupsi (LSM GMPK) OKU Selatan, Sutaryo, kepada Wartasidik.co, menyebutkan, “Proyek Peningkatan Kualitas Jalan Jalur Internasional Sriwijaya Ranau Gran Fondo melalui Dinas PU-PR Kabupaten OKU Selatan menghabiskan APBD OKU Selatan tahun anggaran 2020 Rp 10 miliar, dikerjakan oleh PT Karya Utama Bangun Nusa beralamat di jalan Lettu Karim Kadir Palembang. Kontraktor pelaksana proyek tersebut bersinggungan dengan pengusaha pemenang tender proyek jalan Sadau Jaya, Kecamatan Sungai Are tembus Provinsi Bengkulu melalui Dinas PU-PR Provinsi Sumsel”, katanya

Dikatakan Sutaryo, “sesuai dengan hak dan peran serta masyarakat dalam Bab V Pasal 41 ayat (1) Uu 31/1999 Jo Uu 20/2001 tentang pemberantasan tindak pidana korupsi. Ayat (2) Masyarakat dapat berperan serta dalam upaya pencegahan tindak pidana korupsi. Peran serta masyarakat sebagaimana diatur dalam pasal (1) diwujudkan dalam bentuk pelaporan”, tutupnya.

google-site-verification: googlec75ebfe9ccca2f62.html