Hukum  

Miris…  Kinerja Penyidik Polres Tangsel Sewenang-Wenang, Kasus ADW Dengan SUMARECON di SP3 Kan

banner 120x600

Wartasidik.co — Jakarta

Semoga dengan adanya Jokowi kemarin manggil petinggi Mabes Polri, Kapolda, hingga Kapolres di Istana Negara, Jakarta, Jumat (14/10/2022). Menjadi tamparan keras buat penyidik polres Tangsel.

Agus Darma Wijaya mengaku mengalami tindak kekerasan dari pihak esekutor Summarecon yang Ia laporkan ke polres Tanggerang Selatan dengan Nomor Laporan polisi TBL/B/734/IV/2022/SPKT/POLRES TANGERANG SELATAN/POLDA METRO JAYA, pada rabu 20 april 2022 lalu.

III Baca Juga :

Sidang Prapid ADW Melawan Sumarecon dan Polres Tangsel Berlangsung Sengit

Jokowi Minta ke Polri, Jangan Pungli Dan Sewenang-Wenang

Dalam hal ini Agus Darma Wijaya mengutarakan keluh kesahnya dengan mengatakan, saya selaku warga Negara Indonesia (WNI) hanya mencoba mencari keadilan, ini negara hukum, tadinya saya percaya bila di institusi kepolisian saya bisa mendapatkan keadilan, akan tetapi belumlah diproses kasus saya, dan tiba – tiba sudah di SP3 kan.

Dalam hal ini saya juga sudah mengadukan nasib saya ke Propam, Irwasda, Komnasham bahkan sampai ke Presiden bapak Jokowi, tapi sampai sekarang belum ada jawaban, “kata Darma.

Akhirnya beberapa pekan lalu mengajukan Sidang pra peradilan (Prapid) dengan perkara Nomor: 6/Pid.Pra/2022/PN.TNG atas pemohon Agus Darma Wijaya. Tapi selalu adanya penundaan, Karena selalu ada penundaan, sidang akhirnya dapat digelar pada 7 Oktober 2022.

Agenda persidangan kelima dilaksanakan di Pengadilan Negeri Tanggerang pada Rabu, (12/10) pukul 20.00 – 00.01 wib. 

Sidang tersebut dipimpin langsung oleh hakim tunggal Rakhman Rajagukguk S.H M.hum.

Hadir dari pihak pemohon Agus Darma Wijaya didampingin oleh kuasa hukumnya Effendi Matias S.H dari KBH GRACIAS, Jalintar Simbolon S.H, MH., Sosang Sarapang S.H, Argadipura S.H dari LBH Parnagogo, serta membawa 3 saksi, masing – masing bernama  Halim, Gunawan dan Julia.

Sedangkan dari pihak termohon Polres Tanggerang tampak hadir dalam 1 tim tampak 5 orang PH dan 2 saksi, terdiri dari 1 saksi ahli pidana yakni Prof. Dr. Suparji Ahmad S.H., M.H dosen dari Universitasal Al – Azhar, dan Drs.Theodorus Yoseph Bhele Fe, S.H, M.H dari pengembang property Summarecon Tbk.

Dalam persidangan, kedua belah pihak saling memperlihatkan alat bukti masing – masing, berupa berkas – berkas dan alat elektronik seperti video saat terjadinya eksekusi rumah termohon oleh pihak Summarecon.

Termohon menjabarkan saat eksekusi rumahnya oleh pihak tergugat di pra pradilan itu, Proses persidangan berjalan cukup sengit, dari kedua belah pihak saling melemparkan argumen dan pertanyaan- pertanyaan pada saksi yang hadir.

Dalam hal ini Hakim tunggal Rakhman Rajagukguk S.H M.hum terlihat sangat tegas dan obyektif dalam menerima keterangan dari kedua belah pihak. Sidang berakhir tepat pada pukul 00.01 WIB.

“Memang saya menganggap apa yang saya lakukan ini bagaikan melawan raksasa (Summarecon) yang banyak uangnya, apa saja bisa mereka lakukan, tapi saya percaya dipengadilan ini saya berharap masih ada keadilan untuk saya dan keluarga saya, “pungkas darma.

Hakim tunggal Rakhman Rajagukguk S.H M.hum dengan nada yang cukup keras dan lantang menjawab, bahwa dirinya tidak bisa diintervensi oleh siapapun, putusan pengadilan adalah inkrah, mau kekuasan ataupun uang itu tidak berlaku dihadapan saya, “tegas Rakhman Rahagukguk sebelum menutup palu mengakhir persidangan.

Miris di Polres Tangsel saya tidak mendapatkan keadilan, Bahkan para penyidik dengan kesewenang-wenangannya tanpa melihat perikemanusiaan. Disini saya korban, mengingatkan polisi adalah aparat penegak hukum yang paling dekat dan sering berinteraksi dengan masyarakat.

Mana yang dibilang Visi “PRESISI” Pak Kapolri, saya minta tidak njelimet-njelimet, tolong disederhanakan sehingga yang di bawah itu mengerti apa yang dijalankan. Apa sih, kalau disederhanakan? 

Disaat Kapolri gadang – gadang ” PRESISI” yang katanya Polri sebagai pelindung, Polri sebagai pengayom, dan Polri sebagai pelayan. Intinya kan ke sana. Presisinya itu apa? Jelaskan juga. Sekali lagi, secara sederhana dan jelas sehingga gampang ditangkap visi itu,” buat jajaran di Penyidik polres Tangsel, yang saya rasa bukan buat masyarakat tapi buat penguasa yang berduit, ungkap Agus Darma.

Harusnya Pejabat Polri diminta mengingatkan anggotanya agar memberikan pelayanan dan menjaga rasa aman masyarakat dan berkeadilan.

Sidang putusan dikatakan Majelis Hakim akan digelar pada hari senin 23 oktober 2022  mendatang.

google-site-verification: googlec75ebfe9ccca2f62.html