Kartu KIP Dibakar Oleh Oknum Pegawai BRI GMPK Minta APH Lakukan Pendalaman

banner 120x600

Wartasidik.co – OKU Selatan

Sempat viral terkait pemberitaan Kartu Indonesia Pintar (KIP) yang semestinya KIP dibagikan ke siswa-siswi yang membutuhkan mala dibakar oleh salah satu karyawan Bank Rakyat Indonesia (BRI) Cabang Muaradua OKU Selatan.

Hal itu menuai polemik di masyarakat, salah satunya Sutaryo Ketua Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) Gerakan Masyarakat Perangi Korupsi (GMPK) OKU Selatan.

III Baca Juga :

Kasus Penangkapan Alvin Lim, MPK: Harus Berlaku Asas ne Bis in Idem

ANTUSIAS KELURAHAN AREN JAYA ATAS KUNJUNGAN PETUGAS BPS UNTUK SUKSESKAN KEGIATAN REGSOSEK 2022

Melalui aplikasi WhatsAppnya kepada Warta Sidik.co menuturkan “Kartu Indonesia Pintar (KIP) yang merupakan unggulan Presiden Jokowi untuk meningkatkan akses bagi anak usia 6 hingga 21 tahun untuk mendapatkan layanan pendidikan hingga menyelesaikan satuan pendidikan menengah tapi justru pegawai Bank Rakyat Indonesia (BRI) membakar dan membuangnya ke tempat sampah, ada gerangan apa?. KIP itu semestinya dibagikan dan dipegang oleh peserta didik dari keluarga yang tidak mampu”, tuturnya

“Program KIP bertujuan untuk meringankan biaya personal pendidikan, mencegah kemungkinan peserta didik putus sekolah akibat kesulitan ekonomi, menarik siswa putus sekolah agar kembali mendapatkan pendidikan di sekolah atau lembaga pendidikan non-formal lainnya. Dengan begitu, hak pendidikan untuk setiap anak di Indonesia bisa terjamin dengan baik” tambahnya.

“Kalau KIP tersebut seperti diberitakan dikatakan kadaluarsa, semestinya KIP tersebut tidak dibakar atau dibuang ke tempat sampah, melainkan dikembalikan ke pusat, ini dibakar dan dibuang ke tempat sampah”, ada apa?, sesalnya.

Lebih lanjut dikatakan Sutaryo, “Tidak semua pelajar bisa mendapatkan fasilitas KIP dari Pemerintah. Dalam hal ini, terdapat beberapa hal yang menjadi prioritas untuk penerima KIP, salah satunya yang menjadi prioritas penerima Program Indonesia Pintar (PIP) adalah peserta didik dari keluarga yang tidak mampu, yatim piatu, hingga peserta didik yang terkena dampak bencana alam”, bebernya

Namun sangat disayangkan, dikabarkan oknum pegawai Bank Rakyat Indonesia (BRI) cabang Muaradua OKU Selatan, jusru diduga membakar dan membuang kartu unggulan presiden jokowi ketempat sampah.

“Kami dari Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) Gerakan Masyarakat Perangi Korupsi (GMPK) OKU Selatan berharap agar Aparat Penegak Hukum, Kepolisian Resor OKU Selatan ataupun Kejaksaan Negeri OKU Selatan agar dapat segera mendalami polemik berkembang di masyarakat khususnya terkait dengan KIP di BRI Cabang Muaradua OKU Selatan”, tutupnya.

google-site-verification: googlec75ebfe9ccca2f62.html