Hukum  

Miris… Kinerja Propam Polda Lampung “Sewenang-wenang” Kasus Dian Karis Korban Penganiayaan disertai Pengeroyokan Belum di Tuntaskan

banner 120x600

Wartasidik.co — Lampung

Belum lama ini Jokowi memanggil para petinggi Polri, Kapolda, Kapolres se Indonesia ke istana negara Jakarta, Jum’at (14/10/2022)

“Semoga dengan adanya Jokowi kemarin manggil petinggi Polri, Kapolda, Kapolres se Indonesia di Istana Negara, Jakarta, Jum’at (14/10/2022). Menjadi tamparan keras buat penyidik Propam Polda Lampung.

III Baca Juga :

Kasus Penangkapan Alvin Lim, MPK: Harus Berlaku Asas ne Bis in Idem

Pukulan Telak Buat Polres Tangsel… Hakim Kabulkan Gugatan Pemohon ADW Vs Polres, Termohon Tertunduk Lesu Setelah Kalah Prapid

Dian Karis Bin Karlim menjadi korban tindak pidana penganiyaan disertai Pengeroyokan yang Ia laporkan ke Polsek Sumber Jaya, Resor Lampung Barat, Polda Lampung, Selasa 06 Agustus 2019 dengan Nomor Laporan polisi LP/B-273/VIII/2019/SPKT/Sektor Sumber Jaya/Resor Lambar/Polda Lampung, Selasa 06 Agustus 2019 silam.

Dalam hal ini Karlim orang tua kandung Dian Karis kepada wartasidik.co mengutarakan keluh kesahnya dengan mengatakan, saya selaku warga Negara Indonesia (WNI) hanya mencoba mencari keadilan, ini negara hukum, tadinya saya percaya bila di institusi kepolisian saya bisa mendapatkan keadilan.

Dalam hal ini saya diwakili kuasa hukum Dicky Irawan, SH juga sudah mengadukan nasib anak saya ke Karowassidik dan Propam Polri.
“Perkara ini mendapat atensi dari Program Polri dan sudah digelar sidang Etik Bidpropam Polda Lampung 06 Desember 2021, tapi sampai sekarang belum ada jawaban,“ kata Karlim.

“Kapolri gadang – gadang Polisi ”PRESISI”. Yang katanya Polri sebagai pelindung, Polri sebagai pengayom, dan Polri sebagai pelayan, tunjukkan itu”, ungkapnya.

Seperti diketahui, Korban Dian Karis Bin Karlim bekerja di perusahaan koperasi simpan pinjam mendatangi pegawainya yang bernama Beniyansa Putra Bin Suhanan dirumahnya di Desa Tugu Mulya, Kecamatan Kebun Tebu, Kabupaten Lampung Barat (salah satu pelaku). Karena masih ada urusan perusahaan yang masih harus dipertanggung jawabkan oleh Beniyansa Putra Bin Suhanan.

Setiba di rumah pelaku (Beniyansa Putra Bin Suhanan) terjadi cekcok dan dilanjutkan pemukulan oleh pelaku (Beniyansa Putra Bin Suhanan) kepada korban Dian Karis dan di susul oleh ketiga temannya, DS, SHA, dan MH masuk kedalam rumah ikut mengeroyok korban (Dian Karis). Karena korban sendirian, larilah keluar rumah untuk menyelamatkan diri. Sesampai di luar rumah korban dikejar oleh Beniyansa Putra Bin Suhanan sambil membawa Golok Bersarung dan dipukulkan golok bersarung tersebut mengenai kepala korban yang kala itu berada di atas motor.

Komplain terhadap penanganan perkara yang sedang berjalan di Polsek Sumber Jaya, Resor Lampung Barat, Polda Lampung bahwa pelaku yang berjumlah 4 orang, hanya satu yang dijadikan tersangka yakni Beniyansa Putra Bin Suhanan. Pasal yang disangkakan seharusnya pasal 170, 55, dan 56 KUHP.

Saat proses penyidikan berjalan, Kuasa hukum Indah Maylan, SH, pada hari Kamis tanggal 27 September 2019 sudah meminta kepada Kapolsek Sumber Jaya Resor Lampung Barat,

Kompol Arjon Syafri kala itu untuk merubah pasal yang disangkakan kepada pelaku dan menangkap terduga pelaku lainnya. Namun hal yang diminta tidak dilakukan. Konon kabar, sengaja hal ini terjadi dikarenakan adanya atensi dari Bupati Lampung Barat, dikarenakan salah satu dari ketiga pelaku yang diduga ikut Penganiayaan disertai Pengeroyokan terhadap korban (Dian Karis) adalah anak dari juru masak yang bekerja di rumah dinas Bupati Lampung Barat.

Tak puas atas hasil penyidikan dan vonis hakim Pengadilan Negeri Liwa terhadap tersangka Beniyansa Putra Bin Suhanan dengan vonis 2 tahun dan 10 bulan, melalui Kuasa hukum Dicky Irawan SH melaporkan kasus ini ke Karowassidik Bareskrim Polri, melalui surat nomor: 214/DIRP. XII/2019 tanggal 13 Desember 2019.

“Berharap banyak kepada Kapolri untuk memperhatikan dan memerintahkan anggota jajarannya untuk segera menuntaskan masalah yang disampaikan terkait penanganan perkara laporan polisi tersebut”, tutup Dicky.

Terpisah, belum lama ini Bid Propam Polda Lampung mendapatkan penghargaan atas kinerja terbaik dari Kapolri, namun hal tersebut masih menyisakan pertanyaan, penanganan perkara yang disidangkan Bidpropam Polda Lampung pada, Senin 06 Desember 2021 lalu pihak keluarga korban belum menerima salinan putusan sidang Etik Bidpropam Polda Lampung.

google-site-verification: googlec75ebfe9ccca2f62.html