Paket Miliaran Rupiah, Kualitas Pekerjaan Dinilai Seperti Ratusan Juta

banner 120x600

Wartasidik.co – OKU Selatan

Ketua Dewan Pimpinan Daerah Gerakan Masyarakat Perangi Korupsi (GMPK) OKU Selatan Sutaryo melakukan perjalanan dari Ranau menuju Muaradua ibukota Kabupaten OKU Selatan, Minggu (23/10/2022).

“Jadi perjalanan dari Ranau ke Muaradua ibukota Kabupaten OKU Selatan kemarin ada temuan pekerjaan pembangunan jalan yang tidak sesuai dengan kualitas pekerjaan. Sehingga kami akan mengkonfirmasi ke Dinas Pekerjaan Umum Provinsi Sumsel. Kami ingin minta keterangannya terkait pekerjaan yang dikerjakan oleh pihak ketiga tersebut,” kata Ario Semendawai panggilan akrabnya kepada Wartasidik.co, kemaren.

III Baca Juga :

Pukulan Telak Buat Polres Tangsel… Hakim Kabulkan Gugatan Pemohon ADW Vs Polres, Termohon Tertunduk Lesu Setelah Kalah Prapid

Miris, Proyek Saluran Draenase di Desa Terjun Gajah Baru Seumur Jagung Sudah Hancur Lebur

Ario mengaku sangat kecewa dengan kontraktor pekerjaan jalan ini, dan pihaknya akan meminta pertanggung jawaban Dinas PU karena dinilai lalai dalam melakukan fungsinya

“Nama kontraktornya kami sudah tahu, yang pasti kualitas jalannya sangat jauh dari yang diharapkan, tentu kami kecewa, dan pada saat lewat kemarin ada warga yang ikut dan mengaku sangat kecewa juga dan memohon kepada kami agar bisa dibantu untuk menyambungkan lidah kepada pihak yang mengerjakan proyek ini, supaya bisa dipertanggung jawabkan,” ucapnya.

Dari hasil pantauan langsung, kondisi jalan sangat parah, yakni terjadinya genangan air di badan jalan dan mengalami sedikit gangguan bagi pengguna jalan dan sepertinya tidak sesuai dengan spek yang seharusnya. “Saya dengar ini pekerjaan untuk paket senilai Rp 5 miliar, tapi pekerjaannya ini seperti paket PL (Penunjukan Langsung), yang paket penunjukan langsung yang nilanya seratus jutaan saja, sangat parah ini kualitasnya asal-asalan,” terangnya.

Ario menambahkan, dalam hal ini Dinas PU Provinsi Sumsel mesti bertanggung jawab penuh untuk memberi penegasan kepada pihak kontraktor proyek. Terlebih lagi kalau untuk pekerjaan jalan bersipat perawatan berkala ini sudah rampung kontraktor minta pembayarannya 100 persen.

“Pembayarannya 100 persen, melihat kondisi jalannya kalau dengan nilai paket Rp 5 miliar, tentu justru kelebihan bayar ini.

Dalam hal ini Dinas PU Provinsi Sumsel lalai, kok tidak mengawasi pekerjaan itu, karena kan ada konsultan perencana, konsultan pengawas dan ada PPTK dan kelengkapan pejabat teknis lainnya. Harusnya jangan ada lagi di ruas jalan Muaradua OKU Selatan menuju ke arah objek wisata andalan Provinsi Sumatera Selatan ini pekerjaan yang asal-asalan seperti ini.

Kami dari Dewan Pimpinan Daerah Gerakan Masyarakat Perangi Korupsi (GMPK) OKU Selatan meminta kepada BPK-RI untuk melakukan audit investigasi terkait pekerjaan proyek ini”, tegas Ario.

google-site-verification: googlec75ebfe9ccca2f62.html