Kualitas Pemeliharaan Berkala Jalan Muaradua – Kota Batu – Batas Lampung Diragukan

banner 120x600

Wartasidik.co — OKU Selatan

Pekerjaan overlay (pelapisan ulang) dengan aspal hotmix Jalan Muaradua – Kota Batu OKU Selatan – Batas Provinsi Lampung yang baru dikerjakan beberapa hari ini, dikritik oleh sejumlah kalangan. Bahkan kualitasnya sangat diragukan karena hasilnya tidak sesuai standar layaknya sebuah pekerjaan Pemeliharaan Berkala dengan pengaspalan hotmix.

Faktanya, berdasarkan pengamatan wartasidik.co, baru-baru ini dilapangan, tampak di beberapa titik di badan jalan yang diaspal, permukaannya yang tidak rata, tidak mulus atau kasar. Kemudian ada ditemukan batuan – batuan kecil terkelupas. Selain itu ada juga badan jalan yang bergelombang. Seperti di Km 9 dibadan jalan antara Desa Bumi Agung Jaya – Desa Sukajaya Kecamatan Buay Rawan yang kelihatan masih mulus dilapisi hotmix, sementara jalan yang banyak berlobang seperti di Km 11 ditinggalkan.

III Baca Juga :

Mendagri Dorong Pemda Tak Ragu Gunakan Instrumen Keuangan APBD untuk Kendalikan Inflasi

Wakil Bupati Hadiri Rapat Paripurna DPRD Penyampaian Tanggapan Bupati atas Pandangan Umum Anggota DPRD

Kurang mulusnya pengerjaannya, tidak hanya tampak secara kasat mata, tetapi juga dirasakan saat berkendara. Padahal sebuah pekerjaan jalan hotmix, seharusnya membuat pengendara semakin nyaman untuk melintas.

Sutaryo, Ketua DPD Gerakan Masyarakat Perangi Korupsi (GMPK) OKU Selatan menyatakan keraguannya soal kualitas pengaspalan hotmix Jalan Muaradua – Kota Batu OKU Selatan – Batas Provinsi Lampung ini menelan anggaran Rp 5 miliar melalui Dinas PU-PR Provinsi Sumsel tahun anggaran 2022 oleh CV Dion Broter Nomor kontak: 622/00112/UPTD Kab OKU/Kontak Pemeliharaan 2022 itu. Dia melihat pemadatan tidak sempurna sehingga kelihatan jalan tidak merata atau timbul semacam alur – alur.

“Oh iya, saya memang sudah melihat hasil pekerjaan itu dan bahkan dari awal sudah saya amati juga,” kata Sutaryo.

Menurut Ario, panggilan akrabnya, sepertinya pekerjaan pengaspalan itu dilaksanakan tanpa persiapan yang memadai.

“Sebelum pelapisan, seharusnya didahului dengan perbaikan lapis aspal lama, seperti perbaikan lubang-lubang, ketidakrataan (patching), perbaikan/ pelurusan di tepi median,” ujarnya.

Dikatakannya, sebelum pelaburan tackcoat, seharusnya dilakukan penyemprotan debu – debu sehingga kemungkinan permukaan lapisan aspal lama yang lemah atau rusak dan yang terkelupas.

“Dan sepertinya sama sekali tidak difungsikan alat penyemprot debu di lapangan. Cuma alat penyemprotnya ada,” sebutnya.

Dia mengatakan sangat banyaknya butiran agregat berlepasan/berserakan. Kemudian terlihat di tepi jalan adanya bekas-bekas buangan aspal menggumpal. Hal itu semua mengindikasikan kemungkinan buruknya kualitas campuran aspal minyaknya. Dikhawatirkan kualitas bahan aspal yang buruk atau mungkin sudah terkontaminasi dengan bahan cairan lain atau aspal kontennya yang tidak memadai.

“Pencampuran aspalnya karena dilakukan sembarang sehingga hasil pengaspalannya tidak merata. Namanya hotmix, ya berarti dia harus betul-betul sesuai dengan standar panas yang dianjurkan,” katanya.

Karenanya, berdasarkan hal-hal tersebut, Ario meyakini umur jalan yang baru di aspal itu tidak akan bertahan lama alias cepat rusak.

Diketahui jalan Muaradua – Kota Batu OKU Selatan – Batas Provinsi Lampung ini berstatus jalan Provinsi Sumatera Selatan menuju Objek Wisata Danau terbesar ke-2 di Sumatera, Danau Ranau.

Selain itu, tambah Ario, jalan Simpang Martapura – Muaradua Rp 4 miliar. Muaradua – Simpang Aji Rp 2 miliar. Simpang Aji – Simpang Campang Rp 6 miliar. Simpang Campang – Ujan Mas – Batas Bengkulu Rp 7.1 miliar, diindikasikan dikerjakan oleh kontraktor yang sama dengan bendera berbeda”, pungkasnya.

google-site-verification: googlec75ebfe9ccca2f62.html