POPO ALI USULKAN DANAU RANAU JADI KAWASAN STRATEGIS NASIONAL

banner 120x600

Wartasidik.co – JAKARTA

Bupati Ogan Komering Ulu Selatan (OKUS), Popo Ali Martopo, B.Com didampingi Sekda, Kadin Lingkungan Hidup, Kadin Pertanian, Kadin Perkim, Kadin Kominfo, Kadisnakertrans, Kalaksa BPBD, Kadin PMPTSP, Kabag Hukum mengikuti Rapat Koordinasi Lintas Sektor dalam rangka Pembahasan Rancangan Rencana Detail Tata Ruang (RDTR) Kawasan Sekitar Danau Ranau Kabupaten OKU Selatan di Hotel Sutasoma, Jakarta, Kamis (27/10/2022).

Dalam kesempatan itu, Bupati OKU Selatan Popo Ali mengusulkan agar Kawasan Danau Ranau menjadi salah satu Kawasan Strategis Nasional.

III Baca Juga :

Mendagri Dorong Pemda Tak Ragu Gunakan Instrumen Keuangan APBD untuk Kendalikan Inflasi

Ketua Bawaslu Hadi Siswa, S.Pd.l Melantik 39 Anggota Panwacam Se-Kabupaten Tanjab Barat

Usulan ini, Kata Bupati, memiliki alasan yang cukup kuat, “Selain karena Danau Ranau merupakan Danau terbesar kedua di pulau Sumatera yang juga masuk ke dalam wilayah dua Provinsi (Sumatera Selatan dan Lampung), Danau ini menyimpan potensi besar. Danau Ranau saat ini menjadi salah satu ikon dari Kabupaten OKU Selatan, Danau Ranau merupakan Danau penyedia air baku bagi ratusan ribu hektar persawahan, khususnya di wilayah OKU Selatan, Sumatera Selatan, sehingga eksistensi dan kelestarian dari Danau ini harus betul-betul dijaga”, ungkapnya

Dijelaskan Bupati, Danau Ranau merupakan hulu dari sungai Komering. “Inilah sumber air permukaan yang mengairi lebih dari seratus ribu hektar lahan sawah baik di Sumsel maupun Lampung. Salah satu isu kuat di sekitar Danau Ranau saat ini yaitu mengenai lingkungan. Untuk itu perlu pengendalian melalui RDTR,” tambahnya.

Dijelaskannya, Danau Ranau menyimpan potensi besar baik Perkebunan dan Persawahan hingga Pariwisata. “Ada beberapa spot wisata alami yang harus dijaga sehingga ini akan ada jangka panjang. Potensi wisata ini juga jadi penunjang ekonomi masyarakat dan kegiatan di sana (Danau Ranau),” ujarnya.

Di Kawasan Danau Ranau ini, lanjut Bupati ada juga Lapter, yang saat ini pemanfaatannya belum begitu maksimal. Melalui penyusunan RDTR ini diharapkan dapat mempertimbangan berbagai hal, salah satunya penunjang Pariwisata seperti Bandara ataupun Lapagan Terbang ini.

Dirjen Tata Ruang, yang diwakili oleh Staf Ahli Menteri ATR/BPN Bidang Pengembangan Kawasan, Dwi Haryawan Sutrisno mengapresiasi keseriusan Bupati Popo Ali dan beberapa Kepala Daerah yang turut hadir dalam rapat ini terkait keseriusan dalam pengembangan daerah.
Dijelaskan Dwi Haryawan Sutrisno, “Tata ruang ini merupakan bentuk dari sinergi lintas sektor di mana, RDTR ini akan membawa kepastian ke mana daerah ini akan dibawa”, ungkapnya.

“Melalui ini juga kita tahu mau dibagaimankan Danau Ranau itu, sehingga nanti si pemakai ruang tidak ragu lagi dengan adanya kepastian dan dasar hukum dan dapat menjadi tolok ukur kemajuan,” tegasnya.

Menanggapi usulan Bupati, Dwi Haryawan mengapresiasi dan menyebut bukan tidak mungkin hal ini akan terjadi. Untuk itu, dia menyebut kebijakan nasional harus dimasukkan dan menjadi pertimbagan dalam penyusunan RDTR ini. “Danau Ranau ini salah satunya ada bandara, dan ini strategis, mana tau nanti ada kegiatan strategis nasional masuk di sana (Danau Ranau),” katanya.

RDTR ini nanti juga, tambahnya, akan dicek lagi dari beberapa hal seperti kebijakan strategis nasional, ruang terbuka hijau, peruntukan kawasan hutan, lahan pertanian pangan berkelanjutan, mitigasi bencana, batas daerah dan garis pantai.

google-site-verification: googlec75ebfe9ccca2f62.html