Diduga Gunakan Ijazah Palsu Saat Pilkades, Bupati Resmi Melantik Kepala Desa Teluk Ketapang

banner 120x600

Wartasidik.co — Kuala Tungkal

Masalah ijazah palsu, kepala Desa (Kades) terpilih Teluk Ketapang Rika menyita perhatian masyarakat, saat Pilkades serentak hari Senin (29/8/2022) sudah berlalu, hingga pada proses tahapan pelantikan. Kades terpilih secara resmi dilantik langsung oleh Bupati Kabupaten Tanjabbar, Anwar Sadat, pada hari Senin (24/10/2022) yang silam.

Berdasarkan data yang berhasil dihimpun oleh media, Kades terpilih yang telah resmi dilantik oleh Bupati Anwar Sadat, diduga menggunakan Ijazah Palsu sebagai persyaratan calon Kades, di Desa Teluk Ketapang, Kecamatan Senyerang, Kabupaten Tanjabbarat.

III Baca Juga :

DPRD Kota Bekasi Terkesan Tebang Pilih Terkait Kegiatan Media Gathering

KORBAN TERTIPU 7,8 MILIAR! LQ INDONESIA LAW FIRM KEMBALI LAPORKAN DUGAAN TINDAK PIDANA INVESTASI BODONG BISNIS SEMBAKO DAN SIMPAN PINJAM

Kades Teluk Ketapang, Rika, sebelumnya menggunakan Ijazah Paket B tahun lulusan 2021 sebagai Calon Kades. Hal tersebut diduga bahwa Ijazah yang ia pakai tidak terdaftar sebagai lulusan di Lembaga Pusat Kegiatan Belajar Masyarakat (PKBM), Pengabuan.

Disinyalir, Ijazah Paket B yang ia peroleh tidak resmi dari Ketua Lembaga PKBM Pengabuan, melainkan dari Bendaharawan di Lembaga PKBM Pengabuan. Nyarisnya Ijazah tersebut juga dicap serta ditandatangani langsung oleh Arbani dan tanpa sepengetahuan dari Ketua Lembaga PKBM Pengabuan sebagai pejabat yang berwenang.

Ketua Lembaga PKBM Pengabuan, Samsul Bahri, saat dikomfirmasi membenarkan bahwa Ijazah milik Rika tahun lulusan 2021 tidak terdaftar sebagai peserta didik di suatu lembaga yang ia pimpin saat ini.

“Ya benar, setelah kita lihat dari data kelulusan pada tahun 2021, bahwa atas nama Rika tidak ada sebagai lulusan peserta didik di lembaga PKBM kita,” ucapnya kepada awak media Rabu (2/11/2022) siang.

Dikatakan Samsul Bahri, terkait Arbani selaku Bendahara di lembaga PKBM Pengabuan yang telah mengeluarkan blangko Ijazah Paket B, telah resmi diberhentikan secara tidak hormat pasca kejadian.

“Setelah diketahui bahwa Arbani terbukti mengeluarkan blangko Ijazah tanpa sepengetahuan saya, saat itu langsung kita berhentikan sebagai pengurus di PKBM,”katanya

Terkait penggunaan Ijazah palsu tersebut, Muhammad Rifa’i, Kasi Keaksaraan dan Kesetaraan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Tanjabbarat, kepada awak media mengaku telah dipanggil untuk mengikuti rapat bersama Panitia penyelenggara Pilkades serentak 2022.

“Waktu rapat kami diminta untuk membuat laporan tertulis terkait keabsahan Ijazah milik Rika, setelah kita selidiki di Data Pokok Pendidikan (Dapodik), pada daftar warga belajar PKBM tidak ada juga dengan atas nama Rika, dan NISN itu dinyatakan tidak invalid di versi Dapodik, berarti tidak terdaftar kan?” jelasnya.

“Sebagai bahan penguatnya, kami juga lampirkan dokumen SK Samsul Bahri, sebagai Ketua pengelola PKBM yang terbit sejak 4 Januari 2019 – Sekarang, bahwa Ketua PKBM yang sah itu adalah Samsul Bahri yang seharusnya berhak menandatangani Ijazah tersebut,” tambahnya.

Ditambahkan Rifa’i, Dokumen lainnya berupa hasil klarifikasi dari Arbani dengan membuat surat pernyataan untuk mengakui telah menerbitkan Ijazah paket B tanpa sepengetahuan dari Ketua pengelola PKBM yang resmi.

“Dalam pernyataan, bahwa Arbani telah mengakui memperoleh blangko Ijazah dari lembaga PKBM Pengabuan tanpa sepengetahuan Samsul Bahri, selaku Ketua pengelola PKBM. Dan telah menandatangani Ijazah Paket B Setara SMP/Mts Nomor Seri DN/PB/0026043 atas nama Rika yang bukan kewenangannya tanpa sepengetahuan Ketua Pengelola PKBM,” terangnya.

“Semua dokumen itu sudah kami lampirkan dan kami sampaikan kepada Dinas terkait sebagai Panitia penyelenggara Pilkades Serentak 2022 di Kabupaten Tanjabbar,” pungkasnya.

Sementara, Rika, saat dikomfirmasi mengatakan, merasa Ijazah yang digunakan merupakan dokumen yang legal.

“Bagi mereka yang meloporkan istri saya Rika, bahwa menggunakan Ijazah Palsu, mereka nantinya harus bertanggung jawab, karena telah mencemarkan nama baik istri saya,” ucapnya, via panggilan whatshaap, yang diwakili oleh suaminya, Rabu (14/10/2022) pagi.

“Jika Ijazah itu Palsu, berarti yang mengeluarkan memalsukan Ijazah tersebut, kami tau nya asli tidak tau kalo Ijazah itu palsu, karena dari panitia pilkades saat seleksi hingga tahapan akhir bahan kami diterima,”katanya.

google-site-verification: googlec75ebfe9ccca2f62.html