Belum Satu Tahun Usai Dikerjakan, Pengaspalan Jalan Hotmix Berbiaya Rp 5 M di OKU Selatan Sudah Rusak

banner 120x600

Wartasidik.co — OKU Selatan

Belum sampai satu tahun usai dikerjakan, lapisan aspal jalan hotmix (overlay) sudah menalami rusak, tepatnya di Dusun II Desa Bumi Agung Jaya – Desa Sukajaya, Kecamatan Buay Rawan dengan sumber dana APBD Provinsi Sumsel T.A 2022 di kerjakan CV Dion Broters menelan biaya Rp 5 M sudah mengalami rusak.

Kini sebagian ruas jalan di dusun II Desa Bumi Agung Jaya dan Desa Sukajaya yang diaspal tahun 1991 oleh PT Duta Pertiwi masih kelihatan mulus, pada 2022 dilapisi hotmix (overlay) berbiaya Rp 5 miliar tersebut, sudah mengalami kerusakan, dengan kondisi jalan retak-retak, bergelombang bahkan sudah banyak lapisan aspal hotmix yang dipasang sudah merekang.

III Baca Juga :

DESAK KEPALA SEKOLAH SMKN 1 di DEMO SISWANYA SENDIRI, KARENA DIANGGAP AROGAN

Ikatan Wartawan Online (IWO) Indonesia Laporkan Terkait Penculikan Wartawan Ke Komnas HAM

Sebahagian aspal jalan hotmix yang sebelumnya mengalami kerusakan sudah dilakukan perbaikan dengan cara menambal sulam jalan (fathcing) itu pun sudah kembali mengalami kerusakan alias terbongkar, sesuai pantauan langsung Wartasidik.co di lapangan, Sabtu (5/11).

Warga yang meminta namanya tidak ditulis saat dimintai komentarnya di lokasi proyek, mengatakan, salah satu faktor penyebab ruas jalan begitu cepat mengalami kerusakan, diduga akibat ketebalan material aspal hotmix tidak sesuai bestek. Pasalnya, terlihat ketebalan lapisan aspal yang dihamparkan hanya berkisar 2 centimeter tidak merata akibatnya jalan bergelombang

“Proyek ini terindikasi ada penyimpangan dari bestek yang berpotensi merugikan keuangan negara. Kondisi proyek pengaspalan jalan hotmix ini telah mengalami kerusakan akibat kualitas ditengarai tidak mencapai standar pemerintah yang tertera di Rab kontrak” ujarnya.

Masih katanya, “sejak awal proyek dikerjakan CV Dion Broters, ia sudah menduga bahwa pengerjaan jalan pelapisan aspal hotmix (overlay) tersebut akan berdampak pada kualitasnya, dan ini terbukti belum sampai satu tahun usai dikerjakan, kini ruas jalan lapisan hotmix (overlay) sudah mengalami kerusakan”, tambahnya

Dari pengamatan yang dilakukan selama proyek dikerjakan, penggunaan alat-alat kelengkapan kerja diduga tidak sesuai standar pemerintah. Seperti penggunaan truk water tank yang berfungsi menyiram badan jalan guna proses pemadatan dasar badan jalan, juga ditengarai tidak sesuai bestek”, ucapnya.

“Untuk mengungkap adanya dugaan penyimpangan pelaksanaan proyek yang menghabiskan uang negara sebesar Rp 5 miliar tersebut, diminta kepada Kejati Sumsel agar segera menurunkan tim guna melakukan investigasi serta penyelidikan lapangan”, pungkasnya

Sementara itu sebelumnya berita terkait proyek perawatan berkala Muaradua-Kotabatu-Batas Lampung Barat telah ditayangkan, namun belum ada pihak yang bisa dihubungi.

google-site-verification: googlec75ebfe9ccca2f62.html