Hukum  

Kajati Sumsel. Tindak Pidana Korupsi Jadikan Atensi Khusus

banner 120x600

Wartasidik.co — OKU Selatan

Kepala Kejaksaan Tinggi atau Kajati Sumsel, Sarjono Turin SH.,MH, melakukan Kunjungan Kerja (Kunker) ke Kejaksaan Negeri OKU Selatan, Rabu (09/11/2022)

Kunjungan tersebut merupakan kunjungan kerja yang pertama kali bagi Sarjono Turin, SH, MH dalam rangka melihat langsung kinerja Kejaksaan Negeri OKU Selatan.

Selain Kunjungan, kerja Kajati ini sekaligus memberikan motivasi jajarannya untuk meningkatkan kinerja sebagai aparat penegak hukum agar mampu melayani masyarakat dengan baik.

III Baca Juga :

<em>Komjak Minta Kajati Jawa Timur Dipecat, Diduga Istri Kedua Jaksa Agung</em>

Ikatan Wartawan Online (IWO) Indonesia Laporkan Terkait Penculikan Wartawan Ke Komnas HAM

Kepala Kejaksaan Negeri OKU Selatan, Dr Adi Purnama.,SH.,MH, seusai kunjungan kerja Kajati, mengatakan “kunjungan Kajati Sumsel merupakan kunjungan kerja mengingat Sarjono Turin merupakan pejabat Kajati yang baru menjabat lebih kurang 2 bulan setengah di Kejaksaan Tinggi Sumsel”, ujarnya.

Dikatakannya, “Kunjungan Kerja ini merupakan rundown Kajati dalam agenda Kunker. Setelah dari OKU, OKU Timur lalu ke OKU Selatan. Siang ini, dilanjutkan ke Kejari Ogan Ilir, Prabumulih dan dilanjutkan ke Kejaksaan Negeri lainnya yang ada di wilayah hukum Kejati Sumsel”,jelas Kajari

Lebih lanjut Kajari mengatakan “tujuan kunjungan kerja Kajati untuk mengenal wilayah dan melihat jajarannya serta mengecek setiap personil, Saspras (Sarana dan prasarana), kemudian mengecek SDM kepegawaian dan perkara yang sedang ditangani” tambahnya.

“Tiap-tiap bidang dan Kasi semua dikunjungi dan ditanya prestasi kerja”,ungkapnya

“Dari kunjungan kerja Kajati, pihaknya mendapat arahan-arahan baru dari Kajati dalam menjalankan tugas”, akunya

“Selaku Kajari, tentunya saya akan melaksanakan tugas sesuai dengan perintah dan arahan Kajati”, tegasnya

Saat disinggung adanya atensi khusus dalam menangani perkara tindak pidana korporasi, dr Adi Purnama SH MH mengatakan “Kajati meminta harus mengupayakan pengembalian kerugian negara dan mengedepankan pemulihan ekonomi negara atau keuangan daerah” ujar dia

“Disamping Pidsus, Pak Kajati juga berpesan, jangan hanya menindak yang tidak bisa dibenahi, namun juga melakukan pendampingan secara hukum melalui Datun. Dengan adanya pendampingan diharapkan OKU Selatan memiliki insfratruktur yang berkualitas dan bagus”, tutupnya.

google-site-verification: googlec75ebfe9ccca2f62.html