TEKEN UNDANGAN GM2PS : Camat Simeulue Tengah Menuai Kritikan & Teguran

banner 120x600

Wartasidik.co — Simeulue

Seperti yang diketahui dan beredar ditengah publik di Kabupaten Simeulue, surat undangan kegiatan dari Organisasi Masyarakat G2MPS (Gerakan Gabungan Masyarakat Peduli Simeulue) Kecamatan Simeulue Tengah. Surat tertanggal 09 November 2022 tersebut ditandatangani dan distempel oleh Camat Simeulue Tengah INDRA GUNAWAN MANAF, SE, MM.

Setelah surat tersebut diketahui publik, tak pelak segera panen sorotan dan kritikan dari berbagai pihak berujung Camat Simeulue Tengah mendapat teguran dari pihak Pemerintah Kabupaten Simeulue. Seperti yang di langsir dari salah satu Media online gumpalannews.com Plt. Sekretaris Daerah Kabupaten Simeulue ASLUDIN, SE, M. Kes secara tegas telah menegur Camat Simeulue Tengah dan menjadi peringatan bagi Camat-camat lainnya agar tidak melakukan hal sama.

III Baca Juga :

Tony Sutrisno Merasa Di Peras, Wakil Kepala PMJ Brigjen HP, Diduga Terlibat Terkait Pemerasan dalam kasus jual beli mobil mewah McLaren

Yusuf Dumo Pemerhati Sosial Lapor KPK Terkait Dugaan Korupsi di Tojo Una-Una Sulteng

“Saya sudah sampaikan dan menegur Camat Simeulue Tengah tidak boleh lagi kedepannya menandatangani surat seperti itu yang menyalahi aturan dan fungsional camat selaku kepala wilayah pemerintahan, sementara surat tersebut merupakan undangan dari kegiatan Ormas apalagi berbau politik,”tegas Asludin.

Asludin menambahkan,”Ini menjadi peringatan kepada para camat maupun para kepala desa tidak boleh lagi ada surat undangan seperti ini “MENGUNDANG atau MENGETAHUI” yang ditandatangani oleh jajaran pemerintahan dalam hajatan organisasi masyarakat, apalagi sarat dengan kepentingan tokoh politik untuk tujuan politik,”ujar Asludin kepada media.

Sorotan dan teguran terhadap tanda tangan Camat Simeulue dalam surat undangan G2MPS ini tidak hanya dari Pemerintah Kabupaten Simeulue saja. Sikap tegas juga disampaikan oleh ketua DPD PSI (Partai Solidaritas Indonesia) Kabupaten Simeulue, menurut BUNG AMRIL apa yang telah dilakukan oleh Camat Simeulue Tengah ini sangat tidak tepat dan tidak elok di pandangan masyarakat begitu juga secara pemerintahan.

“Sangat kita sayangkan kenapa ini bisa terjadi dan itu dilakukan oleh seorang camat selaku kepala wilayah jajaran pemerintahan, sementara surat yang ditandatangani nya surat undangan kegiatan Ormas bukan instansi pemerintah. Dasar aturan apa sehingga camat menandatangani surat non pemerintahan, Apakah ini tidak bertentangan dengan administrasi secara kepemerintahan??

“Belum lagi kegiatan Ormas tersebut dilaksanakan di aula kantor camat fasilitas pemerintahan, jadi seakan-akan Ormas G2MPS itu bagian dari struktural birokrasi pemerintah bukan organisasi masyarakat biasa. Kalaulah kegiatan itu dilaksanakan diluar fasilitas pemerintahan mungkin bisa kita pahami,”ujar Bung Amril.

Dalam komentarnya, ketua PSI Simeulue menyoroti prihal ini lebih spesifik,”Walaupun ada upaya memungkiri kegiatan ini bukan kegiatan politik hanya silahturahmi, akan tetapi yang hadir kesitu ERLI HASIM adalah seorang tokoh politik, ketua partai, mantan bupati apalagi sesuai yang kita dengar-dengar yang bersangkutan akan kembali mencalonkan diri kedepannya, maka sudah barang tentu publik menilai kegiatan ini sarat dengan kepentingan dan tujuan politik di tahun 2024 ini. Sehingga berapa pun kita tangkis tanggapan dari masyarakat namun pandangannya sudah berbeda,”Tutup ketua PSI Simeulue.

Selanjutnya, Bung Amril meminta kepada Pemerintah Kabupaten Simeulue terutama kepada Pj. Bupati Simeulue saat menjabat agar mengambang sikap dan mengevaluasi kinerja ASN di setiap dinas begitu juga jajaran pemerintahan hingga para camat, para mukim dan kepala desa agar tidak menjadi titipan dan kaki tangan dari oknum atau pihak tertentu untuk kepentingan politik tahun 2024 ini.

Sementara itu Camat Simeulue Tengah menjelaskan, menandatangani dengan cap resmi camat di atas surat tersebut wajib baginya selaku kepala wilayah untuk mengetahui. Apalagi menurutnya, kegiatan tersebut silahturahmi biasa yang menghadirkan Erli Hasim mantan Bupati Simeulue.

“Itu saya tanda tangan surat karena saya sebagai pimpinan wilayah wajib saya mengetahui. Memang betul, G2MPS ini bukan Lembaga Instansi Pemerintah. Tapi pertemuannya bukan bahas politik, Pak Erli Hasim adalah bagian masyarakat kita, beliau punya saudara disini, dia punya besan disini. Itu bukan politik kehadiran beliau kesini selaku saudara kita, kita hargai beliau kesini,”jelas Indra Gunawan Manaf.

Redaksi: Semakin terlihat janggal, jika alasan Camat Simeulue Tengah kegiatan ini merupakan pertemuan masyarakat biasa atau silahturahmi mantan Bupati Simeulue dengan sanak saudaranya, besannya sehingga bisa disebut Reuni Keluarga, sementara surat undangannya ditandatangani dan di stempel resmi oleh camat dan juga menggunakan fasilitas pemerintahan aula kantor camat.

google-site-verification: googlec75ebfe9ccca2f62.html