Galian C Di Demo, Warga Sawoo Mungusung Keranda Mayat Menolak Adanya Alat Berat

banner 120x600

Wartasidik.co — MOJOKERTO

Puluhan warga Dusun Sawoan Desa Sawoo Kecamatan Kutorejo, Kabupaten Mojokerto, melakukan aksi unjuk rasa. Dengan mungusung keranda mayat, Mereka menolak kedatangan alat berat di lahan pertanian warga.

Sekitar pukul 07:13 WIB, puluhan warga ini meluruk area persawahan yang rencananya digunakan untuk pertambangan galian C. Tua-muda, pria-wanita, hingga anak-anak turut serta dalam aksi demonstrasi tersebut.

III Baca Juga :

PENGADILAN SESAT PN JAKARTA SELATAN SENGAJA MENAHAN BERKAS PERKARA ALVIN LIM

Seorang Kombes Pol Hengki Kapolres Metro Bekasi Plintat – Plintut, Perkataannya Tidak Bisa Dipegang

Mereka mendesak agar pengusaha tambang galian C tidak melakukan aktivitas pengerukan lahan persawahan di Dusun Sawoan. Selain itu, warga juga mengusir paksa alat berat berupa bechoe yang sudah di datangkan ke lokasi.

Salah satu warga yang mengikuti aksi penolakan mengatakan, Alat berat tersebut tiba di lokasi yang rencananya dijadikan tambang galian C itu sekira pukul 07.13 WIB. Padahal, hingga saat ini masih ada pro dan kontra dengan rencana adanya tambang galian C di Desa tersebut.

“Usir bechoe ini. Kami tidak ingin adanya galian C di Desa ini. Karena kami khawatir bakal merusak alam sekitar,” kata salah seorang warga di tengah kerumunan.

Dari awal masyarakat sudah resah dengan adanya rencana galian tersebut, semua warga menolak galian di tempat mereka. Tapi dari pihak pengusaha sampai saat ini tidak ada itikad baik. Maka dari itu warga menolak dan meminta agar alat berat itu ditarik supaya tidak menimbulkan polemik,” imbuhnya

Kepala Desa Sawo, Nur Kholis mengungkapkan, aksi warga ini sebagai bentuk penolakan adanya tambang galian C di desa itu.”Warga memang menolak adanya tambang galian C. Karena ada alat berat ini, mereka kemudian melakukan aksi unjuk rasa. Saya juga baru tahu kalau ada alat berat di sini kejadian seperti ini sudah bukan yang pertama ” kata Nur Kholis saat ditemui di lokasi.

Lebih lanjut Kholis Kades Sawoo menuturkan, Pemerintah Desa Sawo dari awal sudah menolak dan keberatan dengan adanya aktivitas galian C di Desa ini. Dikarenakan mayoritas warga setempat menolak, saya sebagai Kepala Desa sudah meminta pada pihak pengusaha untuk menarik Alat berat tersebut dari lokasi persawahan namun bersikeras tidak mau menarik,” jelasnya.

Kendati tanah seluar lima hektar yang rencana digali itu, merupakan milik warga setempat. Seharusnya, tanpa persetujuan pemilik tanah yang lain tidak mungkin aktifitas pertambangan itu bisa dilakukan. Lantaran berpotensi menimbulkan konflik sosial. Disinggung soal izin pertambangan itu, saya (KADES) tidak pernah menyetujui adanya tambang di lahan Sawah warga Dusun Sawoan tersebut,” tuturnya.

Dengan adanya penolakan ini, lanjut Nur Kholis, pihaknya mengimbau kepada pemilik usaha tambang untuk menarik alat berat dari lokasi. Agar tidak terjadi persoalan yang tidak diinginkan dan berlarut-larut.

Sekitar jam 15 : 51 lanjut warga datangi Mapolsek Kutorejo dengan tujuan berkoordinasi dan meminta tolong pada aparat Kepolisan, bagaimana caranya alat berat yang ada di area persawahan Warga, hari ini segera di keluarkan. Karena dengan kedatangan alat berat tersebut berpotensi menimbulkan konflik sosial antara warga Dusun Sawoan Desa Sawoo.

Juru bicara pihak pengusaha inisial (SL) mengatakan, “saya dari pihak pengusaha apapun yang terjadi tidak akan mau menarik Alat berat yang sudah ada dilokasi ini, karena kami berdasarkan perizinan yang sudah ada semuanya sudah lengkap izin izinnya. Permasalah klo warga mempermasalahkan keabsahan persetujuan dan tanda tangan apapun itu monggo ditanyakan pada pihak yang mengeluarkan izin,” ungkapnya.

Sampai berita ini ditayangkan alat berat masih tetap dilokasi dan belum ditarik keluar sesuai permintaan Warga Dusun sawoan. Puluhan warga yang mendatangi Mapolsek Kutorejo sampai saat ini juga masih berada di Polsek Kutorejo..

google-site-verification: googlec75ebfe9ccca2f62.html