Kompi OKU Selatan : Sungai Warkuk Meluap, Banjir Bandang Menerjang Wilayah OKU Selatan

banner 120x600

Wartasidik.co — OKU Selatan

Sejumlah pihak menyatakan, salah satu penyebab Sungai Warkuk Meluap, Banjir Bandang Menerjang Wilayah OKU Selatan terjadi di wilayah Kecamatan Warkuk Ranau Selatan, Kabupaten OKU Selatan yang meluluh lantakkan pemukiman warga, pasilitas umum, persawahan di wilayah Desa Tanjung Jati, Pagar Dewa dan Kota Batu datang dari Komunitas Masyarakat Peduli OKU Selatan (Kompi OKUS)

“Kerusakan hutan akibat perambahan hutan secara ilegal di hulu sungai Warkuk di wilayah Sulung dan di kaki bukit Pesagi Kabupaten Lampung Barat”

III Baca Juga :

Pemred Warta Sidik Geram !!!  Wartawan Dilaporkan Polisi, Gunakan Hak Tolak Sesuai UU PERS 

KETUA IPW : POLRI HARUS TEGAS DAN TAHAN SESUAI KUHAP, TERSANGKA NATALIA RUSLI YANG KERAP MANGKIR MELECEHKAN KEWENANGAN POLRI

“Tim penegakan hukum dari Kementerian Lingkungan Hidup (KLH) diminta turun ke lokasi untuk melakukan investigasi,” kata Hendi Hidayat. ST. MT pengurus pusat Kompi OKU Selatan melalui pesan WhatsApp kepada Wartasidik,Co, Rabu (16/11).

Hendi Hidayat mengatakan hal itu menjawab pertanyaan publik yang menanyakan apa penyebab Sungai Warkuk Meluap, Banjir Bandang Menerjang Wilayah OKU Selatan Sumatera Selatan yang terjadi wilayah Kecamatan Warkuk Ranau Selatan yang meliputi Desa Tanjung Jati, Pagar Dewa dan Kota Batu, Kecamatan Warkuk Ranau Selatan, dini hari, Minggu (13/11).

Ketika disinggung langkah-langkah apa untuk mengatasi bencana tersebut agar tidak terulang

Menurut Hendi Hidayat, Sungai Warkuk Meluap, Banjir Bandang Menerjang Wilayah OKU Selatan di kawasan Tanjung Jati, Pagar Dewa dan Kota Batu, penyebabnya adalah pengalihan pungsian kawasan hutan di daerah hulu sungai menjadi lahan pertanian

Dikatakan Hendi Hidayat, di kawasan hutan lindung bukit pesagi dan daerah Sulung, dari luas hutan lindung tersebut, ada sekitar ratusan hektar yang saat ini sudah terbuka, akibat perambahan hutan ilegal dan pengalihan fungsi dijadikan lahan pertanian”, katanya.

Menurut Hendi Hidayat, tim penegakan hukum dari Kementerian Kehutanan dan Lingkungan Hidup di minta turun ke lokasi terdampak bencana, melakukan investigasi. Kementerian LH juga diminta memanggil beberapa orang terkait kerusakan hutan di kawasan hulu sungai Warkuk.

Ketika ditanya, bagaimana langkah-langkah yang dilakukan dalam mengatasi Sungai Warkuk Meluap, Banjir Bandang Menerjang Wilayah OKU Selatan Sumatera Selatan bencana banjir itu tidak terulang. Hendi Hidayat menjelaskan beberapa langkah-langkah

Pertama, Kami Komunitas Masyarakat Peduli OKU Selatan (Kompi OKUS) merasa perlu menawarkan beberapa gagasan untuk mengembalikan dan sedikit mengurangi kemungkinan-kemungkinan bencana serupa kembali terulang di kemudian hari, melalui kajian dan analisa dampak terhadap perubahan fungsi hutan di daerah aliran sungai (DAS) di sungai-sungai di kedua daerah (Kabupaten OKU Selatan dan Kabupaten Lampung Barat).

Pilihan bijak kami adalah, kita mulai membangun sinergisitas untuk menemukan solusi dengan kondisi saat ini dengan cara: 1. Mengajak seluruh stakeholder yang berwenang dengan DAS ini, seperti Kementerian PU-PR, Kementerian Kehutanan dan Lingkungan Hidup, Kementerian Pertanian, Pemerintah Provinsi Sumatera Selatan, Provinsi Lampung, Kabupaten OKU Selatan, Kabupaten Lampung Barat, Balai Besar Wilayah Sungai Sumatera Selatan (BBWSS-VIII) untuk bisa duduk bersama. Pilihan terbijak adalah mensegerakan seluruh stakeholder, membangun gerakan konservasi alam di sekitar aliran sungai (DAS) di BBWSS-VIII dengan melibatkan seluruh elemen masyarakat dengan pendanaan yang diambil dari APBN, APBD Provinsi, APBD Kabupaten dan Sponsorship. (2). Mengajak seluruh stakeholders mengurangi upaya-upaya pengalihan fungsi hutan dari daerah resapan menjadi daerah perkebunan. Penanaman kembali kawasan hutan yang rusak dan terbuka. Melakukan rehabilitasi hutan dan lahan.

“Langkah lainnya, melakukan penegakan hukum terhadap pelaku perusakan hutan.”tutupnya.

google-site-verification: googlec75ebfe9ccca2f62.html