PEKAT IB Jepara meminta agar TPA Gemulung dibuka kembali

banner 120x600

Wartasidik.co — Jepara

Terkait penutupan TPA Gemulung DPD PEKAT IB Jepara, menggelar audensi dengan Pemkab Jepara, di Ruang kerja Bupati Jepara,Kamis (17/11/2022).

PEKAT IB Jepara yang Diketuai oleh Priyo Handono diterima oleh Kepala Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Bakesbangpol), Lukito Sudi Asmara dan Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Jepara Farikhah Elida, Keduanya mewakili Pj Bupati Jepara Edy Supriyanta yang berhalangan hadir.

III Baca Juga :

APARAT PENEGAK HUKUM TUMPUL, KORBAN NATALIA RUSLI : SUDAH P21 KENAPA TIDAK DITAHAN, APA TERIMA UANG?

Pemred Warta Sidik Geram !!!  Wartawan Dilaporkan Polisi, Gunakan Hak Tolak Sesuai UU PERS 

Dalam Audensi ini Priyo Handono menyampaikan
” Paguyuban pengelola sampah dan warga desa di Kecamatan Pecangaan, Kalinyamatan, Welahan, Mayong dan Nalumsari, mengeluhkan jauhnya jarak dan tingginya ongkos kirim ke TPA Bandengan, dan mereka berharap TPA Gemulung dibuka kembali”.

“Kabupaten Jepara saat ini sedang darurat sampah, karena banyak sampah berceceran di jalan-jalan, ini memprihatinkan kita semua,” jelas Priyo.

Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Jepara Farikhah Elida, melalui slide layar video conference memaparkan program kerja DLH Jepara, dalam penanganan permasalahan sampah di Jepara dan memberikan paparan program kerja dari Kementerian Lingkungan Hidup terkait permasalahan sampah di Kabupaten Jepara.

Elida menyampaikan kalau saat ini TPA Bandengan dengan metode Sanitary Landfill dan TPA Gemulung adalah TPA Pendamping.
“Setelah adanya survey ke desa Sengon Bugel dan existing TPA Bandengan dari Kementerian ESDM Pusat, Kementerian PUPR dan PT. Semen Gresik serta Konsultan Loan (dana hibah) dari Denmark, sudah meninjau lokasi. “Untuk rencana penanganan sampah menjadi energi listrik dengan anggaran 150M,” papar Elida.

“Baik di TPA Bandengan atau desa Sengon Bugel akan bekerja sama dengan PT. Semen Gresik Pabrik Rembang di tahun 2023 dengan mesin pembakaran 300 ton perhari untuk menyelesaikan permasalahan sampah di Kabupaten Jepara,” infonya.

Elida menerangkan tentang alasan penutupan TPA Gemulung, karena adanya tuntutan masyarakat, kajian dan UU RI No.18 Tahun 2008 Tentang Pengelolaan Sampah.

Dalam hal ini, Priyo Hardono memberikan data dibeberapa wilayah di Kabupaten Jepara yang ada persoalan darurat sampah.
“Termasuk adanya penumpukan sampah di beberapa sungai, juga di lantai 2 Pasar Mayong,” info Priyo.

Menanggapi data yang disampaikan oleh DPD PEKAT IB Jepara, Elida menyampaikan kalau saat ini di musim penghujan Dinas LH Jepara, terkendala sarana prasarana dalam pengangkutan sampah dari berbagai wilayah di Kabupaten Jepara. “Kemampuan angkut kami hanya 2 dump truk sehari,” ungkapnya.
Farikhah Elida, berjanji kalau besok Jum’at (18/11), akan segera menindak lanjuti laporan PEKAT IB terkait penumpukan sampah diberbagai wilayah Kabupaten Jepara untuk segera diangkut dan dibersihkan.

Terakhir Priyo Hardono berpesan kepada Kepala Bakesbangpol Jepara, Lukito Sudi Asmara agar menyampaikan pesan kepada Pj Bupati Jepara, segera membuka kembali TPA Gemulung.

“Saya berikan waktu 1 minggu kepada Pj Bupati Jepara agar segera membuka TPA Gemulung,
PEKAT IB akan terus bergerak mengawal permasalahan sampah, khususnya di wilayah selatan Jepara,” pungkasnya.

google-site-verification: googlec75ebfe9ccca2f62.html