Akibat Arogansi Oknum petinggi Lebak, Menggugah Aksi Solidaritas Aktivis dan Aliansi Lintas Media Jepara APH Jepara Tutup Mata

Redaksi WS
banner 120x600

Wartasidik.co — Jepara

Solidaritas bersama Aktivis dan Media, Guna menyatukan visi dan misi untuk mengawal kasus tindakan Petinggi Lebak yang arogan terhadap wartawan.

Seperti diketahui bersama berita soal perilaku Petinggi Lebak, Kecamatan Pakis Aji, Kabupaten Jepara, Moch Sodiq alias Bayu Krisna. Yang menghina dan melecehkan seorang wartawan, Saat sedang melakukan peliputan di Pendopo Kabupaten pada hari Rabu lalu, (29/05/2024).

Bertempat di Kelurahan Bapangan RT03/01, Kecamatan Jepara dalam rangka pertemuan jumpa pers bersama aktivis yang dihadiri oleh berbagai Aliansi media maupun lembaga kewartawanan, Ormas Dan LSM yang ada di Jepara, Juga turut pula hadir para kuasa hukum (advokat) yang telah ditunjuk untuk mendampingi korban, wartawan (Badi). Kamis, (06/06/2024).

III Baca Juga :

Pengacara Sarang Mafia, Rusak Sudah 4 Pilar Penegakan Hukum

Copot Kadisdik Kota Bekasi. Gagalnya Kadisdik Melakukan Pengawasan Sekolah Negeri

Adapun 12 advokat yang mendampingi, Badi (wartawan) yaitu; Supriyanto, Noorkhan, Harnawi, Teguh Santoso, Ridwan,  Ahmad Zaini, Bahtiar Efendi Sitinjik, Timbul Mangaratua Simbolon, Muh Yusuf,  Akhmad Saiful Gani dan Nur Zuli Ardi.

Dalam kesempatan tersebut, Noorkhan sebagai kuasa hukum mengatakan, Pada prinsipnya kita melaporkan petinggi lebak (M S) dalam tindak pidana kekerasan dan pelecehan yang kita ketahui bersama melanggar Pasal 310 KUHP dengan ancaman yang ringan tapi kita tetap sikapi bersama sama.

Sementara Ketua PEKAT-IB Priyo Hardono mengatakan, Saya berharap para wartawan yang peduli dengan kasus Badi harus kompak tetap terus mengawal kasus ini hingga selesai. Seharusnya momen di pendopo kala itu, adalah peristiwa yang sakral sekali bagi Kepala Desa, Tapi malah di nodai oleh perilaku arogansi petinggi Lebak.

“Sebagaimana di ketahui bersama acara di pendopo tersebut adalah pengukuhan perpanjangan masa jabatan petinggi/kepala Desa se -Jepara, Malah di nodai dengan perilaku yang tidak terpuji oleh petinggi lebak,” kata Priyo.

Ketua organisasi wartawan (PWO Jepara) Ali Achwan mengatakan, “Kami ikut prihatin dan mengutuk keras atas peristiwa peludahan dan mengucapakan kata-kata kotor oleh petinggi Lebak. Dengan meludahi dan ucapan kotor artinya petinggi Lebak Jepara sudah melukai perasaan dan penghinaan atau merendahkan,” walaupun Badi bukan anggota saya tapi ini sudah termasuk melukai seluruh wartawan di Indonesia terutama di Jepara, jadi saya akan kawal terus kasus ini. ucap Ali yang juga ketua GN-PK Jepara.

Di kesempatan yang sama, Muh Yusuf mengatakan, Sebagai wadah kelembagaan kewartawanan ALMIJ dapat melakukan gugatan, sebagaimana di ketahui bahwa Badi anggota dari ALMIJ yang ada di Jepara.

“Nanti akan berjalan bersama sama pidananya dan akan kita kenakan Undang undang tentang pers.” ujarnya Yusuf.

“Jadi ALMIJ dan lembaga kewartawanan lainnya yang hadir disini yang beranggotakan para wartawan merasa terganggu dan terusik dengan kejadian ini.” tambahnya.

Acara di tutup dengan do’a bersama memohon kepada Tuhan YME, Supaya senantiasa dilancarkan segala urusan yang di kerjakan. Lau dilanjut dengan foto bersama semua peserta rapat dan tamu undangan.