LQ Indonesia Lawfirm Apresiasi PMJ Atas Keprofesionalan Dalam Gelar Perkara Kasus OUB KAYHIAN

Redaksi WS
banner 120x600

Wartasidik.co — Jakarta

Hari ini 13 Juni 2024, Polda Metro Jaya mengadakan gelar perkara khusus atas permintaan Lucas Lawfirm selaku kuasa hukum UOB Kay Hian Sekuritas untuk menghentikan proses penyelidikan di Fismondev Polda Metro Jaya. Pers Release LQ Indonesia Lawfirm, Jakarta, 13 Juni 2024.

Gelar perkara berlangsung tertib setelah dimulai jam 10:30 selama dua jam berlangsung. Gelar perkara diadakan oleh Wasidik Polda Metro Jaya di hadiri pula oleh bidkum, ahli pidana dan perwakilan Itwasda, Kompol Makmur.

Kuasa hukum Lucas Lawfirm dalam pemaparan menjelaskan bahwa no rekening BCA atas nama UOB Kay Hian Pte Ltd adalah rekening dengan beneficiary PT Multi Vision.

III Baca Juga :

Kamaruddin Simanjuntak Minta Jaksa Agung Tangani Kasus Kerusakan Lingkungan di Pantai Bunati Kalsel

Sebut Eka Tjipta Tak Punya Saham di Sinar Mas, Gandi Sulistiyanto Dilaporkan ke Polisi

Klien kami PT UOB Kay Hian Sekuritas tidak menerima uang karena ini rekening RDN atas nama PT Multi Vision milik Michael Tjandra.” Lucas Lawfirm meminta agar LQ Lawfirm tidak melaporkan kliennya Yacinta Fabiana Tjung.

Advokat Alvin Lim dari LQ Indonesia Lawfirm menyanggah keterangan Kuasa Hukum Lucas Lawfirm “Jelas ini orang ga intelek dan jadi buta karena uang. Jelas nama rekening UOB Kay Hian Pte Ltd dan UOB Kay Hian Sekuritas.

Jadi tidak mungkin UOB KHS tidak tahu dan tidak menyetujui. Kami ada bukti surat perjanjian antara Michael Tjandra dan Yacinta Febiana untuk pembukaan rekening dan penempatan dana nasabah. Jelas dengan ini Michael Tjandra adalah perpanjangan tangan UOB KH Sekuritas.

Jadi tidak boleh lepas dari tanggung jawab.” LQ Indonesia Lawfirm mengapresiasi para pemimpin dan peserta gelar.

Tampak ahli pidana menguasai materi. Juga peserta gelar tampak tegak lurus dan mengerti duduk perkara. Korban yang hadir Dr Siskawati berharap agar Polda Metro bisa membantu para korban UOB Kay Hian untuk memperoleh keadilan.

Mohon Kapolda Metro Jaya untuk berani bertindak dan menegakkan hukum. Kami sudah 2 tahun menunggu proses hukum yang masih dalam proses lidik. Kami butuh kepastian hukum dan melanjutkan proses pidana.”