Breaking News

Geopolitik Global Memanas, Danrem 073/Makutarama: Jepara Harus Siap Jaga Ketahanan Pangan & Stabilitas Wilayah

Redaksi

Wartasidik.co – Jepara

Di tengah ketidakpastian situasi keamanan dunia, Komandan Resor Militer (Danrem) 073/Makutarama, Kolonel Arm. Ezra Nathanael, mengingatkan seluruh elemen bangsa untuk meningkatkan kewaspadaan.

Dinamika geopolitik global yang kian memanas dinilai berpotensi menciptakan efek domino yang dapat menyentuh stabilitas nasional hingga ke tingkat daerah, termasuk Kabupaten Jepara.

Peringatan tersebut disampaikan Danrem dalam kegiatan sarasehan dengan Media Lsm dan Ormas Kabupaten Jepara,Rabu (6/05/2026).

Kolonel Ezra Nathanael menyoroti sejumlah titik panas konflik yang masih berlangsung, seperti perang Rusia-Ukraina dan eskalasi ketegangan di Timur Tengah yang melibatkan Iran dan Amerika Serikat. Ia menilai pola ketegangan saat ini memiliki kemiripan dengan atmosfer menjelang Perang Dunia II, di mana dunia seolah sedang menunggu “pemicu” (trigger) yang bisa meledakkan konflik lebih luas.

“Dunia saat ini seperti berada dalam fase menunggu momentum. Ketegangan terus meningkat di berbagai kawasan. Meskipun Indonesia tidak terlibat langsung, kita tidak boleh abai karena dampaknya bisa merambat ke sektor ekonomi, politik, hingga pertahanan,” ujar Danrem.

Dampak tidak langsung tersebut, menurutnya, paling terasa pada fluktuasi harga energi, gangguan rantai pasok global, dan potensi krisis pangan jika ketergantungan impor tidak segera dikurangi.

Menyikapi kondisi tersebut, Danrem menekankan pentingnya implementasi kebijakan pemerintah di bawah kepemimpinan Presiden Prabowo Subianto yang berfokus pada penguatan ketahanan nasional. Salah satu pilar utamanya adalah ketahanan pangan.

Ia menginstruksikan agar produksi pangan dalam negeri, khususnya di wilayah agraris seperti Jawa Tengah dan Jepara, harus dimaksimalkan. Tujuannya adalah untuk meminimalisir kerentanan negara terhadap gejolak pasar global.

Selain itu, dinamika di Laut China Selatan juga menjadi perhatian khusus mengingat posisi strategis Indonesia di jalur perdagangan internasional.

Dalam kesempatan yang sama, Komandan Kodim (Dandim) 0719/Jepara, Letkol Arm Ranna Hidfitriyadi, menerjemahkan arahan strategis tersebut ke dalam langkah konkret di tingkat kabupaten. Ia mengajak seluruh komponen masyarakat Jepara—mulai dari Ormas, LSM, hingga pelaku usaha—untuk bersinergi erat dengan TNI dan pemerintah.

“Kami berharap seluruh pihak dapat bekerja sama mendukung program pemerintah. Menjaga kedaulatan bukan hanya tugas tentara di garis depan, tapi juga menjaga stabilitas sosial-ekonomi di daerah kita sendiri,” tegas Letkol Ranna.

Penguatan satuan kewilayahan di Jepara disebut sebagai bagian dari strategi jangka panjang. Dengan masyarakat yang solid dan waspada, tantangan geopolitik dan geoekonomi ke depan dapat diantisipasi dengan lebih baik.

Melalui pesan ini, TNI ingin menegaskan bahwa kesiapsiagaan bukan berarti ketakutan, melainkan bentuk tanggung jawab kolektif. Bagi warga Jepara, kontribusi nyata dapat dimulai dari mendukung produk lokal, menjaga kerukunan, dan berpartisipasi aktif dalam sistem pertahanan semesta.

Penulis: A. Prasetyo Editor: Redaksi WS