Breaking News

Kebal Hukum: Aktivitas PETI di Sungai Bawang (F5) Muara Lembu Disorot Kembali

Redaksi

Wartasidik.co — Kuantan Singingi (Riau)

Aktivitas pertambangan emas tanpa izin (PETI) kembali menjadi sorotan serius. Berdasarkan laporan masyarakat setempat yang ditindaklanjuti dengan investigasi lapangan oleh tim wartawan sejak akhir Maret hingga Selasa (21 April 2026).

Ditemukan bahwa kegiatan ilegal tersebut masih berlangsung aktif di wilayah Desa Sungai Bawang (F5) Tran, yang berbatasan dengan Kelurahan Muara Lembu, Kecamatan Singingi.

Di lokasi tersebut terpantau sekitar 10 unit rakit dompeng beroperasi secara terbuka tanpa hambatan. Aktivitas ini menunjukkan lemahnya pengawasan serta penegakan hukum terhadap praktik pertambangan ilegal yang berpotensi merusak lingkungan dan merugikan negara.

Kegiatan PETI di kawasan ini bukanlah fenomena baru. Sebelumnya, aktivitas serupa telah berulang kali diberitakan dan menjadi perhatian publik. Namun demikian, hingga kini belum terlihat adanya tindakan tegas yang mampu menghentikan operasi ilegal tersebut secara menyeluruh.

Berdasarkan informasi yang dihimpun dari sumber terpercaya yang meminta identitasnya dirahasiakan, aktivitas rakit PETI tersebut diduga dikendalikan oleh seorang berinisial Karlan, warga Tran. Sementara itu, seorang berinisial Aap disebut-sebut sebagai pemasok utama atau pemodal dalam kegiatan tersebut.

Upaya konfirmasi telah dilakukan oleh redaksi melalui pesan WhatsApp kepada pihak yang diduga terlibat. Namun hingga berita ini diterbitkan, nomor kontak yang bersangkutan tidak aktif dan pesan yang dikirim belum mendapatkan tanggapan. Proses konfirmasi terhadap pihak lain yang disebutkan masih terus dilakukan.

Melihat kondisi ini, diperlukan langkah tegas dan nyata dari aparat penegak hukum serta instansi terkait untuk segera menghentikan aktivitas PETI yang jelas melanggar hukum. Pembiaran terhadap praktik ini tidak hanya mencederai supremasi hukum, tetapi juga mempercepat kerusakan lingkungan dan mengancam keselamatan masyarakat sekitar.

Masyarakat berharap adanya tindakan cepat, transparan, dan tanpa tebang pilih dalam menindak para pelaku, termasuk pihak-pihak yang diduga menjadi aktor intelektual di balik operasi tersebut.

Penulis: Athia Editor: Redaksi WS