Breaking News

Aktivitas PETI di Desa Petai Kuansing, Tim Wartawan Temukan 10 Rakit Mesin Dompeng

Redaksi - 01

Wartasidik.co — Kuantan Singingi

Dugaan aktivitas Pertambangan Emas Tanpa Izin (PETI) menggunakan mesin dompeng ditemukan di Desa Petai, Kecamatan Singingi Hilir, Kabupaten Kuantan Singingi (Kuansing), Provinsi Riau. Berdasarkan hasil investigasi lapangan Tim Wartawan pada Kamis (15/10/2026), terpantau sebanyak 10 rakit mesin dompeng berada di lokasi yang diduga menjadi tempat berlangsungnya aktivitas pertambangan tersebut.

Dari jumlah tersebut, tujuh rakit dilaporkan sedang beroperasi, sementara tiga rakit lainnya dalam kondisi tidak beroperasi ketika tim wartawan berada di lokasi.

Berdasarkan keterangan Tim Wartawan kepada redaksi, akses menuju lokasi dapat ditempuh melalui jalan lintas Pekanbaru menuju Desa Petai. Setelah melewati Puskesmas Desa Petai, perjalanan dilanjutkan sekitar 30 meter hingga menemukan persimpangan di sebelah kiri jalan.

Dari persimpangan tersebut, tim melanjutkan perjalanan sekitar 500 meter ke arah dalam. Di area belakang rumah warga, tim melihat sejumlah rakit bermesin dompeng yang diduga digunakan untuk aktivitas pertambangan emas.

Selama melakukan investigasi, tim wartawan mendokumentasikan kondisi di lokasi melalui foto dan video. Dokumentasi tersebut memperlihatkan sejumlah rakit yang sedang beroperasi maupun yang tidak beroperasi saat tim berada di tempat kejadian. Seluruh hasil dokumentasi dilaporkan telah diteruskan kepada redaksi sebagai bahan pemberitaan.

Belum Diperoleh Keterangan Pekerja dan Identitas Pemilik

Dalam proses pengumpulan informasi di lapangan, tim wartawan mengaku telah berupaya melakukan wawancara dengan pihak pekerja yang berada di lokasi. Namun, belum ada pihak yang bersedia memberikan keterangan terkait aktivitas yang ditemukan tersebut.

Akibatnya, hingga tim meninggalkan lokasi, belum diperoleh informasi mengenai identitas pemilik rakit, pihak yang diduga menjadi pemodal, penampung atau pembeli emas hasil pertambangan, maupun pihak yang bertanggung jawab atas berlangsungnya aktivitas tersebut.

Informasi mengenai pihak yang diduga memasok bahan bakar minyak (BBM) untuk menunjang operasional mesin dompeng juga belum berhasil diperoleh.

Tim Wartawan kemudian menyampaikan laporan hasil investigasi beserta dokumentasi lapangan kepada redaksi melalui pesan WhatsApp pada hari yang sama.

Temuan lapangan tersebut memerlukan penelusuran lebih lanjut untuk memastikan legalitas kegiatan pertambangan, status kepemilikan rakit, serta pihak-pihak yang diduga terlibat dalam operasionalnya.

Redaksi tetap membuka ruang bagi pihak-pihak terkait, termasuk pemilik rakit, pemerintah setempat, instansi berwenang, serta aparat penegak hukum, untuk memberikan klarifikasi dan keterangan resmi guna melengkapi informasi dalam pemberitaan ini.

Penulis: AthiaEditor: Redaksi WS