Wartasidik.co — Kuantan Sengingi
Festival Pacu Jalur 2026 resmi dimulai, Rabu (19/8/2026). Ribuan masyarakat dari dalam maupun luar daerah memadati kawasan Tepian Narosa, Teluk Kuantan, Kabupaten Kuantan Singingi (Kuansing), Riau.
Sejak dimulainya perlombaan, suasana di sekitar arena Pacu Jalur tampak semarak. Sorak-sorai penonton, semangat para peserta, serta antusiasme masyarakat menggambarkan besarnya kecintaan terhadap tradisi budaya yang telah menjadi identitas dan kebanggaan masyarakat Kuansing.
Namun, di tengah kemeriahan tersebut, masyarakat juga diingatkan untuk tetap menjaga keamanan, ketertiban, serta menjauhkan diri dari berbagai bentuk penyalahgunaan minuman keras (miras) dan narkotika.

Imbauan tersebut disampaikan Ketua DPC Gerakan Nasional Anti Narkotika (GRANAT) Kabupaten Kuantan Singingi saat berada di lokasi pelaksanaan Pacu Jalur.
Ia mengajak seluruh masyarakat yang hadir untuk tidak lengah terhadap potensi peredaran miras maupun narkoba yang dapat memanfaatkan situasi keramaian dan tingginya mobilitas masyarakat selama festival berlangsung.
“Kita mengimbau seluruh masyarakat agar sangat berhati-hati dari pengaruh miras dan narkoba. Mari kita jaga agar Pacu Jalur tetap menjadi ajang sportivitas yang membanggakan, bukan ternoda oleh perbuatan yang merugikan diri sendiri maupun orang lain,” ungkap Ketua DPC GRANAT Kuansing kepada awak media di lokasi acara, Rabu (19/8/2026).
Menurutnya, kemeriahan Pacu Jalur hendaknya tetap berjalan seiring dengan kesadaran masyarakat untuk menciptakan lingkungan festival yang aman, sehat, dan bebas dari penyalahgunaan narkotika.
Pacu Jalur sendiri bukan hanya sebuah perlombaan tradisional. Bagi masyarakat Kuansing, kegiatan ini merupakan warisan budaya yang sarat dengan nilai kebersamaan, gotong royong, sportivitas, persaudaraan, dan kebanggaan terhadap identitas daerah.
Karena itu, seluruh pihak dinilai memiliki tanggung jawab untuk bersama-sama menjaga marwah tradisi tersebut.
Masyarakat, khususnya para pengunjung dan generasi muda, diimbau tidak mudah menerima ajakan yang dapat menjerumuskan pada penyalahgunaan miras maupun narkoba.
Selain menjaga diri, masyarakat juga diharapkan berperan aktif menciptakan suasana festival yang kondusif. Apabila menemukan aktivitas yang mencurigakan atau dugaan peredaran barang terlarang, warga diminta segera menyampaikannya kepada petugas atau pihak berwenang yang berada di sekitar lokasi.
“Pacu Jalur harus menjadi ruang kegembiraan yang sehat bagi masyarakat. Jangan sampai kemeriahan budaya ini justru dimanfaatkan untuk kegiatan yang merusak masa depan generasi muda,” demikian pesan yang disampaikan.
Dengan semangat kebersamaan seluruh elemen masyarakat, Festival Pacu Jalur 2026 diharapkan dapat berlangsung aman, tertib, dan sukses hingga seluruh rangkaian kegiatan selesai.
Kemeriahan boleh bergelora, tetapi sportivitas, persaudaraan, dan budaya harus tetap menjadi yang utama. Pacu Jalur 2026 bukan sekadar perlombaan, melainkan kebanggaan Kuansing yang harus dijaga bersama.












